Banjir di Kota Gorontalo
Warga Gunakan Pelampung Sepeda Motor untuk Terobos Banjir di Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo
Banjir melanda sepanjang Jl Panjaitan, khususnya di simpang empat Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-menggunakan-pelampung-khusus-sepeda-motor.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Banjir melanda sepanjang Jl Panjaitan, khususnya di simpang empat Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo.
Sejumlah sepeda motor terpaksa ditarik menggunakan perahu gabus yang terbuat dari pelampung buatan.
Cara ini solusi terbaik bagi sepeda motor matic karena genangan air cukup tinggi.
Tak sedikit harus pasrah sepeda motornya mati di tengah-tengah banjir.
Mahmud Said (34 tahun), pengendara sepeda motor merupakan pengguna jasa pelampung buatan.
"Saya harus mengangkat motor saya dengan perahu gabus karena tidak bisa menyala akibat terendam air banjir yang cukup tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi banjir ini sangat mengganggu mobilitas sehari-hari warga termasuk dirinya.
Tidak hanya Mahmud, Martin Podungge (27) juga mengalami nasib serupa.
Sepeda motor dikendarainya tidak dapat digunakan dan harus ditarik menggunakan perahu gabus sebagai pelampung.
"Banjir ini membuat aktivitas sehari-hari terhambat karena motor saya tidak bisa beroperasi di tengah genangan air yang tinggi," tuturnya.
(TribunGorontalo.com/Rahman)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya