Longsor Tambang Emas Suwawa
Daftar Nama-nama Korban Longsor Tambang Suwawa : 8 Meninggal Dunia, 5 Luka-luka
Korban longsor tambang Suwawa di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, semakin bertambah.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Salah-satu-korban-tambang-longsor-dievakuasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango – Korban longsor tambang Suwawa di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, semakin bertambah.
Korban longsor itu berhasil dievakuasi oleh Tim Gabungan Kantor Pertolongan dan Pencarian (KPP) dan Polda Gorontalo.
Sampai hari ini pukul 06.00 Wita, Senin (8/7/2024) terhitung sudah 33 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, delapan warga dinyatakan meninggal dunia. Sementara 20 korban masih belum ditemukan.
Sementara lima lainnya selamat namun mengalami luka ringan dan luka berat.
Diketahui, pihak Polda Gorontalo dan KPP membuat posko dan papan informasi di desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango.
Posko itu sengaja dibuat oleh pemerintah setempat untuk mempermudah keluarga melaporkan korban bencana longsor.
Berikut identitas korban dihimpun TribunGorontalo.com, Senin (8/7/2024).
Korban Meninggal Dunia
1. Nama: Fatma Apita
Kelamin: Perempuan
Umur: 40 Tahun
Pekerjaan: IRT
Alamat: Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.
Status: Di temukan Meninggal Dunia
TKP : Titik Bor 1
2. Nama: Dewa Saputra Kunye
Kelamin: Laki-laki
Umur: 4 tahun.
Alamat: Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.
Status: Di temukan Meninggal Dunia
TKP : Titik Bor 1
3. Nama: Samsiar Buhungo
Kelamin: Laki-laki
Umur: 48 Tahun
Alamat: Desa Monano Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.
Status: Di temukan Meninggal Dunia
TKP : Titik Bor 1
4. Nama: Alfin Manege
Kelamin: Laki-laki
Umur: 17 Tahun
Alamat: Dumoga 4, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Status: Di temukan Meninggal Dunia
TKP : Titik Bor 1
5. Nama: Lukman
Kelamin: Laki-laki
Umur: Tahun
Alamat: Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Status: Di temukan meninggal dunia
TKP : Titik Bor 1
6. Alfian Mamonto
Jenis kelamin: laki laki
Umur 28 Thun
Alamat: Kotamobagu
Status : Meninggal Dunia
TKP : Titik Bor 1
7. Rahmad Nurhamidi
Jenis kelamin : Laki laki
Umur : 21 Thun
Alamat: Desa duloduo, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Status: Meninggal dunia
TKP : Titik Bor 1
8. Rina Mohammad
Jenis kelamin: perempuan
Umur : 50 tahun
Alamat: Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara.
Status : Meninggal dunia
TKP: Titik Bor 1
Korban Luka-luka
1. Nama: Yamin juna
Kelamin: Laki-laki
Umur: 29 tahun
Alamat: Desa Otopade Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.
Status: Mengalami luka di bagian pipih dekat telinga sebelah kanan akibat tertusuk paku dan mengalami sakit pada bagian pinggang.
TKP : Titik bor 1
2. Nama: Alfian maulana
Kelamin: Laki-laki
Umur: 25 Tahun
Alamat: Dumoga 4, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Status: Korban luka - luka
TKP : Titik Bor 1
3. Nama: Faren Aditya Sampul
Kelamin: Laki-laki
Umur: 28 Tahun
Alamat: Desa Ponompiaan Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Status: Mengalami luka-luka.
TKP : Titik Bor 1
4. Irman Monu
Jenis kelamin : laki laki
Umur : 42 Thun
Alamat. Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Bone Bolango Gorontalo
Status : Selamat.
TKP: Titik Bor 1
5. Satria Rahim
Jenis kelamin : Perempuan.
Umur: 50 Thun
Alamat: Desa Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo
Status : Selamat dengan patah tulang belakang.
TKP: Titik Bor 1.
Sampai saat ini petugas tim gabungan masih mencari korban di area pertambangan emas Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango it.
Jumlah korban diprediksi akan terus bertambah.
Baca juga: BREAKING NEWS: 6 Warga Gorontalo Tewas Akibat Longsor di Tambang Suwawa, Puluhan Korban Masih Dicari
Kronologi Longsor di Tambang Suwawa Gorontalo
Tanah longsor di Tambang Emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menelan puluhan korban.
Danru Tim Alpha Basarnas Gorontalo, Salama, menjelaskan kronologi tanah longsor tersebut.
Longsor menerjang titik bor tambang dan camp para penambang.
Salama mengatakan, insiden terjadi sekira pukul 03.00 Wita, Minggu (7/7/2024) dini hari.
Tanah longsor menghantam camp pengungsian. Dapur, warung hingga titik bor tambang porak peranda.
"Jadi proses pengerjaan tambang itu dia nonstop, jadi mereka tidurnya di lubang tambang itu, mereka tidak tahu diluar itu malam atau siang," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (7/7/2024).
Lebih lanjut Salama menjelaskan informasi awal dari masyarakat, bahwa enam orang meninggal dunia dan 26 orang masih dalam pencarian.
"Namun perkembangannya yang terkonfirmasi sampai sekarang baru 8 orang korban," jelasnya.
Dua orang meninggal dunia, dua orang berhasil selamat dan empat orang dalam proses pencarian.
"Dua selamat itu satunya berada di kampung. Satunya lagi masih proses evakuasi, itu patah kaki," ucapnya.
"Terus yang meninggal dunia ada seorang ibu dan anak tiga tahun, kemudian ada empat orang dalam pencarian," tambahnya.
Tak hanya itu, Salama juga mengatakan ribuan orang yang tinggal di area tambang pulang ke rumah mereka masing-masing karena sudah tidak ada tempat pengungsian.
"Ribuan orang sudah turun karena sudah tidak ada lagi tempat mereka berteduh, bahkan tempat makan mereka tertimbun semua," tutur dia.
"Kemungkinan banyak korban yang terdampak longsor sudah menyelamatkan diri mereka masing-masing," tegasnya.
Saat ini Tim Gabungan Basarnas Gorontalo yang terdiri dari Tim SAR dan Brimob sudah berangkat untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.
"Sudah 22 anggota kami terjun, Tim pertama 11 orang tadi berangkat sekitar pukul 13.00 Wita.
Tim kedua tadi berangkat sekitar pukul 17.30 Wita, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.