Berita Pohuwato
Kenaikan Harga Beras di Pohuwato Gorontalo, Segini Angka Terkini
Harga beras Makassar melonjak dari Rp. 660 ribu menjadi Rp. 770 ribu per koli (50kg), sementara harga beras lokal naik dari Rp. 560 ribu menjadi Rp. 6
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga beras di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, mengalami kenaikan signifikan di awal bulan Juli 2024.
Harga beras Makassar melonjak dari Rp. 660 ribu menjadi Rp. 770 ribu per koli (50kg), sementara harga beras lokal naik dari Rp. 560 ribu menjadi Rp. 660 ribu per koli.
Kenaikan ini juga terasa pada harga beras per liter. Harga beras Makassar meningkat dari Rp. 13 ribu menjadi Rp. 15 ribu per liter, dan beras lokal dari Rp. 11 ribu menjadi Rp. 13 ribu per liter.
Baca juga: Pengakuan Ortu Anak Hanyut di Sungai Tilango Gorontalo, Ceritakan Kronologi
Khairudin (34), seorang pedagang di Pasar Tradisional Marisa, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang terus mengguyur wilayah Sulawesi.
"Hujan yang terus menerus membuat pasokan beras dari petani terganggu. Selain itu, harga di penampung juga naik sehingga mempengaruhi harga jual di pasar," jelasnya kepada TribunGorontalo.com pada Sabtu (6/7/2024).
Curah hujan yang tinggi menyebabkan penurunan produksi beras oleh petani, yang berakibat pada berkurangnya stok beras di pasar. Akibatnya, harga beras di tingkat pedagang meningkat.
Baca juga: Gara-gara Masalah Ini Penyanyi Dangdut Aty Kodong Dilaporkan ke Polda Sulsel
Kenaikan harga beras ini berdampak signifikan pada para pedagang dan konsumen. Masni Talib (47), seorang penjual nasi kuning, merasakan dampak langsung dari kenaikan harga beras ini.
"Kenaikan harga beras ini cukup memberatkan bagi kami yang bergantung pada penjualan nasi kuning. Semoga harga beras bisa turun kembali agar usaha kami tidak terlalu terdampak," ujarnya.
Masni menambahkan bahwa kenaikan harga beras memaksanya untuk berpikir dua kali dalam menentukan harga jual nasi kuning yang dia jual.
"Kalau harga beras mahal, otomatis harga jual nasi kuning juga harus disesuaikan. Tapi kami juga harus memikirkan daya beli konsumen yang mayoritas adalah masyarakat menengah ke bawah," tambahnya.
Untuk mengatasi kenaikan harga beras ini, para pedagang dan konsumen berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
"Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Mungkin dengan menyediakan stok beras cadangan atau memberikan bantuan kepada para petani agar produksi beras bisa tetap stabil," tutup Masni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penjual-beras-di-Pasar-Tradisional-Marisa-Kabupaten-Pohuwato-Gorontalo-Sabtu-672024.jpg)