Kamis, 5 Maret 2026

Banjir Gorontalo Mengancam Rumah Warga, BWS Lapor Pusat

Seluruh lokasi banjir kata Olden, telah ditandatangani dan diidentifikasi. Laporannya pada Minggu 30 Juni 2024 sudah disampaikan ke pusat dan telah di

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Banjir Gorontalo Mengancam Rumah Warga, BWS Lapor Pusat
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
BWS lapor pusat kondisi Gorontalo pasca diterjang banjir bandang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo melakukan identifikasi dan pendataan dampak bencana banjir bandang.

Pendataan termasuk infranstruktur di bantaran sungai terdampak banjir bandang yang terjadi beberapa hari ini. 

"Jadi kita sudah turun semua, dan sudah dibagi masing-masing kabupaten," ujar Olden Winarto Koordinator Komunikasi Publik BWS Sulawesi II Gorontalo, Jumat (05/7/2024). 

Baca juga: Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo:  Keluarga Penentu Nasib Suatu Bangsa

Seluruh lokasi banjir kata Olden, telah ditandatangani dan diidentifikasi. Laporannya pada Minggu 30 Juni 2024 sudah disampaikan ke pusat dan telah dilengkapi pada hari Senin kemarin.  

Karena berkaitan dengan anggaran, Olden menyebut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan datang. 

"Kemudian akan ada tim kaji cepat (TKC) dari Kementerian PUPR, untuk melakukan survei sesuai dengan laporan kita" jelas Olden. 

Laporan itu kata Olden, menjabarkan tentang penanganan sementara dan penanganan jangka panjang akibat dampak banjir. 

Baca juga: KPU Boalemo Gorontalo Rela Nyebrang Laut Demi Coklit Bersama Pantarlih di Pelosok Desa

Laporan tersebut diinput, baik yang diterima dari tingkat dusun, desa/kelurahan, Kecamatan, BPBD maupun bupati. 

"Kemudian kita tambahkan penanganan apa yang harus dilakukan," ujarnya. 

Rumah yang saat ini nyaris ambruk, saat ini berstatus tanggap darurat. 

"Untuk tanggap darurat, kita berkoordinasi dengan pemerintah setempat," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, rumah seorang warga Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo terancam ambruk, Kamis (4/7/2024). 

Hal itu karena rumah tersebut posisinya di bibir sungai, sementara erosi banjir bandang terus terjadi. 

Jarak gerusan dengan pondasi rumah hanya berkisar beberapa jengkal saja.

Jika tidak segera ditangani, rumah tersebut akan ambruk akibat pengikisan arus air.

"Ini sudah dari tadi malam, dorang (mereka) sudah tidak aman lagi," ujar Hamsah Yusuf, salah satu warga.

Kondisi pengikisan itu kata Hamsah, mulai terjadi beberapa hari yang lalu ketika banjir.

Puncaknya dini hari, tepian sungai mulai mendekat ke arah rumah.

Selain rumah itu kata dia, di sisi utara sungai juga ada beberapa rumah warga yang bernasib sama.

"Ada tanggul di situ, cuma sudah terbawa arus," tukasnya.

Keluhan itu kata Hamsah, sudah disampaikan kepada pemerintah kelurahan. 

Hal yang sama juga diungkapkan Sartin Saha, yang rumahnya juga akan tergerus longsor.

"Kalau banjir, air naik sampai ke dekat pondasi," ujar Sartin.

Rumah yang baru saja ia bangun itu, ditinggali oleh dua kepala keluarga (KK).

"Minta tolong balai sungai, kalau bisa kirim ekskavator kesini," pintanya.

Hal itu diminta agar aliran sungai dialihkan ke sisi bagian barat.

Dengan begitu lanjut Sartin, dirinya bisa sedikit lega dengan kondisi yang saat ini menimpanya dan beberapa warga lainnya.

Saat ini warga tengah gotong royong membuat tanggul manual.

Mereka mengisi batu dalam karung untuk disusun dibagian tepian tebing yang mulai tergerus.

Meski kata sebagian warga hal itu tak ada gunanya, namun mereka inisiatif melakukan hal tersebut sampai ada bantuan dari pemerintah dan balai sungai. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved