Human Interest Story
Cerita Rayhan Putri Maiyo, Jemaah Haji Muda Gorontalo Ini Tak Percaya Bisa Berdiri Depan Ka'bah
Rayhan Putri Maiyo, jemaah haji termuda kloter 12 UPG, membagikan kisahnya usai menunaikan ibadah haji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rayhan-Putri-Maiyo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rayhan Putri Maiyo, jemaah haji termuda kloter 12 UPG, membagikan kisahnya usai menunaikan ibadah haji.
Wanita akrab disapa Kirey itu tiba di Asrama Haji Gorontalo pada Selasa (2/7/2024).
Kirey adalah jemaah haji termuda di kloter 12 UPG. Pada 2024 ini, usianya baru memasuki 21 tahun.
Sama seperti banyak jemaah haji lainnya, Kirey merasa haru dan bahagia sudah bisa kembali ke kampung halaman.
"Alhamdulillah, senang bisa kembali ke tanah air, pulang ke Gorontalo, bisa ketemu keluarga, dengan keadaan selamat," ucap Kirey kepada TribunGorontalo.com, Selasa (2/7/2024) malam.
Meski begitu, Kirey mengaku sedih harus meninggalkan Makkah.
"Tapi saat harus meninggalkan Makkah itu, rasanya sedih sekali, saya pasti akan sangat rindu," tutur Kirey dengan nada sendu.
Kirey mengungkapkan, ia merasa tidak percaya sudah pernah berdiri di depan ka'bah.
"Saya takjub tidak percaya saat pertama kali melihat Ka'bah," kata Kirey.
Bagi Kirey, setiap momen dalam ibadah haji yang ia jalani kali ini membawa arti tersendiri dalam hatinya.
"Semua momen menyentuh hati, seperti ibadah Armuzna, saya merasakan kebersamaan yang luar biasa,"
"Di situ kan, semua dikumpulkan. Apalagi saat mulai berjalan melontar jumrah, masyaaAllah," ucapnya.
Kirey atay Rayhan Putri adalah anak perempuan yang mengisi porsi Almarhum ayahnya.
Ayah Kirey telah berpulang pada 2022.
"Saya pelimpahan, menggantikan ayah saya yang meninggal 2022, ayah daftar porsi sejak 2014," tutup Kirey.
(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)