PPDB 2024
Hari Ke-2 Pengenalan Sekolah Dasar di Kota Gorontalo, Orangtua Siswa Bawa Bekal Makanan Favorit Anak
Hari ke-2 masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Dasar (SD) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Selasa (2/6/2024).
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Siswa-baru-menunggu-giliran-tampil-bacakan-doa-doa-sesuai-agama-99900.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hari ke-2 masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Dasar (SD) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Selasa (2/6/2024).
Pengenalan itu telah dimulai sejak kemarin dan akan berakhir pada 12 Juni 2024 mendatang.
Dalam masa pengenalan ini, orang tua siswa pilih bawa bekal sendiri dari rumah masing-masing.
Alasannya agar anak-anak calon siswa didik memiliki semangat dalam menjalankan aktivitas di sekolah dasar.
Sebab saat MPLS, anak-anak dituntut untuk mengikuti berbagai kegiatan.
Bahkan hari ini, jadwalnya para siswa mulai dikenalkan ruang-ruang di sekolah. Seperti ruang belajar, perpustakaan, sampai ruang ibadah.
"Dari kemarin kita memang sengaja bawa bekal dari rumah, untuk booster semangatnya anak," kata Wisnawati Yusuf, Ortu siswa kepada TribunGorontalo.com, Selasa (2/7/2024).
Kendati begitu, Wisna mengaku bahwa sebenarnya telah ada kantin untuk makanan berat di sekolah.
Akan tetapi sampai saat ini masih tutup disebabkan minimnya siswa yang sampai 14 Juli libur.
Para siswa didik baru tersebut aktif masuk sekolah pada 15 Juli 2024 mendatang.
"Sebenarnya bisa beli di tempat lain, tapi belum tentu anak-anak suka. Jadi kita masak yang sesuai kesukaannya," tambahnya.
Orang tua siswa lain, Ulin Aripin mengatakan hal yang sama. Di mana ia memang sengaja membawa bekal bagi buah hatinya.
Alasannya agar gizi anaknya terpunuhi, sebab ia berkaca pada hari pertama anaknya tertidur begitu lama pasca pulang MPLS.
"Kemarin kecapean sekali. Dia sampai di rumah sebelas, tertidur sampai jam tiga sore. Jadi mau kasih makanan yang gizinya sesuai" ucap Ulin.
Kendati begitu, ia tidak mempermasalahkan lelahnya buah hatinya tersebut. Karena menurutnya, itu adalah mada transisi yang harus dilewati.
Biasanya anaknya bangun pukul delapan pagi kini harus bangun pukul enam pagi, untuk pergi ke sekolah pukul 7:30 Wita.
"Mungkin bakal dibawakan bekal terus selama sekolah, tapi tidak menutup diri kalau dia (anaknya) pengin jajan snack di kantin" tandasnya. (*/Fernandes)