PPDB 2024

Penjelasan Dinas Pendidikan Soal PPDB Jalur Zonasi di Kabupaten Gorontalo

Penjelasan Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 jalur zonasi.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Penjelasan Dinas Pendidikan Soal PPDB Jalur Zonasi di Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Siswa siswi di SMP Negeri 3 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jalan Samaun Pulubuhu, Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM - Penjelasan Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 jalur zonasi. 

Mekanisme penerima siswa-siswi dan sistem zonasi sekolah, secara rinci diatur dalam peraturan kepala dinas (perkadis) pendidikan Kabupaten Gorontalo.

"Jadi dalam perkadis itu mengatur tentang tatacara pendaftaran online maupun offline," ungkap Wati Baderan, Seksi Kurikulum Dispen Kabupaten, Senin (24/6/2024).

Selain itu, Wati juga mengungkapkan bahwa sudah ada sistem zonasi yang diberlakukan bagi setiap sekolah.

"Jadi zonasi itu disesuaikan dengan tempat tinggal dan atau tempat dimana mereka (siswa-siswi) bersekolah," ujarnya.

Zonasi merupakan standar mengukur apakah siswa-siswi SD, dapat melanjutkan sekolahnya ke salah satu sekolah SMP.

"Jadi misalnya lulusan SMP I Limboto, zonasinya SDN I Limboto, SDN 2 Limboto, pokoknya yang dekat-dekat," ungkapnya.

Wati menyebut, standar zonasi siswa-siswi di Kabupaten Gorontalo adalah 70 persen.

Artinya, daya tampung sekolah SMP, 70 persennya adalah siswa-siswi yang lulus atau bertempat tinggal di sekitar lokasi yang masuk dalam zonasi.

"30 persennya diambil dari jalur prestasi atau perpindahan orang tua," terangnnya. 

Hal itu diterapkan, guna menjaga adanya kesenjangan jumlah murid antar sekolah di Kabupaten Gorontalo.

Meski sudah berjalan maksimal, Wati menyebut masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. 

"70 persen bahkan tidak tercapai. Orang tua murid juga kadang lebih tertarik ke swasta," terangnnya.

Ia menyebut sejumlah MTS dan pesantren membludak jumlah siswa-siswi yang mendaftar. 

"Orang tua perlu diedukasi lagi," tutupnya. (*/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved