Gorontalo Karnaval Karawo 2024

Hujan Becek Warnai Hari Kedua Gorontalo Karnaval Karawo 2024, Tapi Tetap Meriah

Artinya, event ini sudah digelar dalam 13 tahun terakhir. Lokasi pelaksanaanya di Gelanggang Olahraga (Gor) Nani Wartabone, Jl Achmad Nadjamuddin, Kot

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Gor Nani Wartabone, Jalan Achmad Nadjamuddin, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo sebagai tempat penyelenggaraan acara Gorontalo Karnaval Karawo 2024, Sabtu (22/6/2024)/prailla 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perayaan hari kedua Gorontalo Karnaval Karawo 2024 diwarnai hujan deras. Becek dan genangan terjadi di berbagai sudut, Sabtu (22/6/2024). 

Namun, rupanya kondisi cuaca ini tak menyurutkan antusiasme pengunjung. Pelaku UMKM di lokasi, bahkan bergeming. 

Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu, (22/6/2024) sekira pukul 14.08 WITA, hujan masih tetap mengguyur Kota Gorontalo.

Tenan pelaku UMKM tetap beraktivitas sebagaimana biasa. Tak peduli meski percikan air dari berbagai sudut. 

Sementara itu, di panggung utama, pembaca acara dengan suara lantang memandu.

Ia menyapa pengunjung, serta menginformasikan hal-hal menarik. 

Sebagai informasi, Gorontalo Karnaval Karawo 2024 merupakan event pariwisata yang telah digelar selama 13 kali. 

Artinya, event ini sudah digelar dalam 13 tahun terakhir. Lokasi pelaksanaanya di Gelanggang Olahraga (Gor) Nani Wartabone, Jl Achmad Nadjamuddin, Kota Gorontalo. 

Gorontalo Karnaval Karawo 2024 dibuka Jumat siang oleh Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahudin, Jumat (21/6/2024).  

Rudy menilai kain karawo setiap tahun semakin eksis dan populer baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kain sulaman tangan itu pernah tampil di Indonesia Fashion Week 2023 dan New York Fashion Week 2017.

“kain karawo memiliki daya tarik dan nilai artistik yang diakui di tingkat nasional maupun internasional," kata Rudi. 

Karena itu tak berlebihan jika kain Karawo ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia.

"(Karawo) berdiri sejajar dengan warisan lainnya, seperti keris, batik, angklung, kapal pinisi dan sebagainya,” kata Rudy. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved