BPBD Provinsi Gorontalo
2 Wilayah Gorontalo Ini Terdampak Banjir dan Longsor, Delapan Desa Terisolir
Bencana ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Gorontalo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor di dua.
Bencana ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, wilayah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo.
Untuk Kabupaten Boalemo, tengah terdampak longsor akibat curah hujan yang begitu lebat sejak dini hari sampai saat ini, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Banjir dan Longsor di 2 Desa Paguyaman Pantai Boalemo Gorontalo
Akibat longsor tersebut, 8 desa yang berada di jalan trans menuju Kecamatan Paguyaman Pantai mengalami jalan putus.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, Ferdi Adam, bahwa longsor terjadi di daerah perbukitan yang rawan.
"8 desa yang mengalami akses jalan putus itu meliputi Desa Bubaa, Lito, Apitalau, Bangga, Bukit Karya, Limbatihu, Olibu, dan Towayu," ungkap Ferdi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2024).
Kini, tim evakuasi telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan.
Kata Ferdi, BPBD Boalemo tengah berkoordinasi dengan pihaknya untuk mendatangkan alat berat guna membuka akses jalan yang terisolir akibat longsor tersebut.
"Kami juga saat ini sementara berkoordinasi dengan PUPR provinsi untuk mengerahkan alat berat itu," jelas Ferdi.
Baca juga: Bupati Gorontalo Akan Periksa HP ASN, Pastikan Bebas Judi Online dan Pinjol
Kemudian, untuk wilayah kedua yang terdampak bencana yakni di Kabupaten Gorontalo, dua kecamatan terdampak, yakni Bilato dan Boliyohuto.
Menurut Ferdi, untuk Kecamatan Bilato terinformasi sejak semalam sudah terendam banjir. Namun, pada Rabu siang ini, airnya mulai surut.
"Tapi kondisi saat ini mulai mendung, jika hujan lagi kemungkinan air naik lagi, karena itu pihak BPBD Gorontalo siap siaga atas kondisi tersebut," tuturnya.
Sementara, untuk wilayah di Kecamatan Boliyohuto yang terdampak banjir berada di Desa Sidomulyo, tepatnya kompleks SMPN 1 Boliyohuto.
Baca juga: Enggak Ada Kata Jokowi soal Wacana Korban Judi Online Terima Bansos
Berdasarkan laporan, hanya ada satu rumah warga yang terdampak banjir di wilayah itu.
"Dari informasi yang kami dapatkan, kemungkinan warga yang memiliki kediaman itu sudah mengungsi," imbuhnya.
Upaya evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga di dua wilayah terdampak tersebut.
Pemerintah berharap situasi segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-warga-di-Kecamatan-Bilato-Kabupaten-Gorontalo-terendam-banjir-Rabu-1962024.jpg)