Wisata Gorontalo
Istirahat Nyaman di Pantai Mootayu, Rest Area Unik di Jalur Trans Sulawesi Gorontalo
Jika anda melintas di kawasan pesisir selatan Gorontalo, jangan lupa sempatkan waktu untuk istirahat di salah satu area pesisir Desa Mootayu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-06-18_Wajah-wisata-Pantai-Mootayu-Desa-Mootayu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pantai Desa Mootayu, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, menyajikan wisata pantai yang menarik, Minggu (16/6/2024).
Jika anda melintas di kawasan pesisir selatan Gorontalo, jangan lupa sempatkan waktu untuk istirahat di salah satu area pesisir Desa Mootayu.
Tempat itu masih terbuka untuk umum, lokasinya berada tepat di bahu Jalan Trans Sulawesi.
Tak ada tarif atau tiket yang dikenakan untuk para pengendara yang hendak beristirahat.
Pasalnya, tempat itu di area terbuka tanpa ada pembatas atau pagar.
Pengunjung akan dimanjakan dengan nuansa hijau deretan pepohonan kelapa.
Terdapat bentangan rumput Jepang, menambah asri suasana pantai.
Belum lagi, di bibir pantai, terdapat hamparan kerang yang memecah ombak.
Sebelumnya tempat itu sempat viral di sosial media, namun tak banyak yang tau di mana lokasinya.
"Kalau saya cuma sekedar singgah saja, ambil foto," ujar salah satu pengendara kepada TribunGorontalo.com.
Menurutnya dari sekian banyak rest area, pantai Mootayu menjadi pilihannya saat melintasi kawasan pesisir Gorontalo.
"Kalau ini dikelola dengan baik, mungkin kedepan akan jauh lebih ramai," tandasnya.
Tak jauh dari lokasi itu, terdapat juga kawasan wisata Pantai Karang, yang dikelola pemerintah desa Mootayu.
Wisata Pantai Karang Mootayu sebelumnya menjadi lokasi pembuangan sampah masyarakat.
Namun kini wajahnya disulap oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
"(Dulu) ada banyak bekas kaleng lem dengan merek dagang tertentu yang berserakan di tepi karang," ungkap Eks Kepala Desa Mootayu Basir Kasiaradja, saat sebelumnya diwawancarai TribunGorontalo.com.
Rupanya aera tersebut dijadikan tempat untuk menghirup lem, kenakalan anak-anak harus dihilangkan kata Basir.
Saat itu menurutnya, tempat tersebut harus digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Di akhir periode pertamanya menjadi Kades Mootayu, Basir bersama dengan masyarakat setempat bekerja secara swadaya.
Basir menuturkan saat itu, pekerjaan dimulai dengan membuat tanggul penahan abrasi pantai.
"Karena posisinya itu hanya sekitar dua meter dari jalan trans Sulawesi," terangnya.
Setelah pekerjaan pertama selesai, Basir kemudian mengalokasikan sejumlah anggaran untuk diproyeksikan pada pengembangan wisata desa.
Hingga akhirnya di tahun 2020, wisata Beach (pantai) Karang Desa Mootayu diresmikan dan mulai beroperasi.
Kini spot wisata Pantai Karang telah berubah wajah. Berjejer lima booth UMKM milik masyarakat yang sering beroperasi di sore hingga malam hari.
Selain wisata desa, Basir berharap usahanya bersama masyarakat desa Mootayu dapat menggerakkan roda ekonomi lokal. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.