Selasa, 10 Maret 2026

Idul Adha 2024

25 Ekor Sapi Disembelih Jemaah Masjid Al-Fath Gorontalo, Donatur Rata-rata Sopir Bentor hingga IRT

Semarak Iduladha di Dulomo Selatan, memotong hewan kurban sebanyak 25 ekor sapi.

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 25 Ekor Sapi Disembelih Jemaah Masjid Al-Fath Gorontalo, Donatur Rata-rata Sopir Bentor hingga IRT
TribunGorontalo.com/Rafiqatul
Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Fath di Kelurahan Dulomo Selatan Kota Gorontalo, Senin (17/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jemaah masjid Al-Fath di Kelurahan Dulomo Selatan menyembelih hewan kurban pada Senin (17/6/2024).

Darmono Hasan, Takmirul Masjid Al-Fath, mengatakan ada 25 ekor sapi yang akan disembelih, lalu dipotong, dan dibagikan ke warga.

"Kalau di sini, total  hewan kurban yang akan dipotong itu ada 25 ekor," kata Darmono kepada TribunGorontalo.com, Senin (17/6/2024).

Karena jumlah hewan kurban terbilang banyak, penyembelihan tidak diselesaikan dalam sehari.

"Yang lain mungkin beberapa ekor akan lanjut dipotong besok," ungkap Darmono.

Sebagian hewan kurban akan tetap dikerjakan di lokasi yang sama, sementara sisanya disembelih di sejumlah rumah warga.

"Lokasinya pengerjaan besok ada yang tetap dipotong di lapangan ini, tapi ada beberapa ekor akan dipotong di beberapa rumah warga yang peserta kurban di sekitar sini," terang Darmono.

Adapun petugas pemotongan hewan kurban di Masjid Al Fath sebagian merupakan masyarakat sekitar dan daerah lain.

"Mereka sudah dikelompokkan sebanyak 6 orang untuk memotong satu ekor sapi," ujar Darmono.

Darmono mengatakan sebelumnya sapi potong di Masjid Al Fath sudah menjalani tahap pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

Tampak pelaksanaan pemotongan hewan kurban di kelurahan Dulomo Selatan berlangsung ramai.

Banyak warga yang berkumpul di titik pemotongan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

"Memang rutin seperti ini keadaannya setiap tahun banyak yang berkurban, ada semacam komunitas atau kelompok-kelompok yang memang sudah terikat secara emosional, sehingga bisa berkurban bersama," ucap Darmono.

Terakhir, Darmono menyampaikan satu hal penting yang membuatnya tersentuh bangga.

"Hal yang paling membesarkan hati saya, peserta kurban di sini rata-rata bukan warga berlatar belakang ekonomi mampu,"

"Mereka banyak yang latar belakangnya pembawa bentor, ibu rumah tangga, dan pekerja serabutan tapi Alhamdulillah mereka bisa berkurban," pungkas Darmono takjub. 

 

(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)

 

==================================================

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk berita teraktual

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved