Human Interest Story
Cerita Robin Panigoro, Kayuh Sepeda Ontel Setiap Pagi demi Jualan Kue Tradisional Gorontalo
Hujan gerimis pada Kamis (13/6/2024) pagi, seorang pria duduk di trotoar Jalan Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Robin-Panigoro.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Saat hujan gerimis pada Kamis (13/6/2024) pagi, seorang pria duduk di trotoar Jalan Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Pria bernama Robin Panigoro (30) itu memarki sepeda ontel. Di sampingnya terdapat bak kue.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Robin mengaku sebagai penjual kue tradisional Gorontalo.
"Rumah saya di Telaga, tepatnya di Desa Pilohayanga. Saya mengayuh sepeda ini dari rumah hingga di titik ini," kata Robin.
Robin memilih menjual kue tradisional menggunakan sepeda ontel karena menurutnya unik.
"Saya melihat ada sepeda ontel nganggur, milik om saya, lalu saya berpikir sepertinya unik kalau jualan pakai sepeda ini," ujarnya.
Ada 15 macam kue tradisional Gorontalo yang dijual Robin.
Mulai dari kue panada, donat, roti goreng cokelat, cucur, wapili, cara isi, roti goreng palm sugar, biapong goreng, biapong kukus, dadara, lemper, sabongi, pisang goreng, keabo, dan risol.
"Saya di sini baru mau masuk 5 pekan. Dahulu saya hanya menjual 50-an kue, sekarang Alhamdulillah jumlahnya sudah mencapai 1.000-an," ungkap Robin haru, mengenang perjuangannya.
Rata-rata kue itu dihargai Rp1.000 per biji.
Hanya ada dua macam kue yang sedikit lebih mahal, yakni risoles Rp3 ribu per 2 biji, dan lemper Rp5 ribu per 4 biji.
Robin mulai berangkat menjajakan dagangannya sejak pukul 05.30 Wita.
Biasanya, baru pukul 08.30 Wita kue-kue miliknya ludes dibeli masyarakat Kota Gorontalo. Kadang para pengendara berhenti untuk membeli kue Robin.
"Saya bertolak dari rumah biasanya mulai jam setengah 6 pagi. Tiba di titik ini sekira pukul 7 pagi, tapi sepanjang jalan juga banyak yang manggil untuk membeli," kata Robin.
Tak mengelak, Robin mengatakan memang tidak mudah untuk mulai berjualan menggunakan sepeda.
Selain membutuhkan tenaga ekstra, jualan menggunakan sepeda juga terbilang langka, sehingga masih sering dipandang aneh oleh banyak mayarakat.
"Meski cara ini cukup langka, tapi banyak yang mengapresiasi saya. Kata mereka ini konsep jualan yang unik, biasanya yang pakai sepeda ontel hanya orang tua," sebut Robin berkelakar.
Robin semakin semangat mengayuh sepedanya setiap hari demi menjajakan kue.
Meski jumlah kue titipan dari orang semakin bertambah, ia belum tertarik mengganti cara berjualan dengan konsep lain.
Robin masih tetap senang menggunakan sepeda. Hanya saja, ia memilih tambahan metode lain dengan menggunakan bantuan bentor.
"Karena jumlah kue semakin banyak, terlalu riskan untuk saya gotong semuanya di sepeda ini. Saya bersiasat pakai bantuan bentor," ujar Robin.
"Jadi, saya sewa bentor berangkat dari rumah untuk membawa sebagian kue, bentor itu tiba di titik ini sekira pukul setengah 7," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)
====================================================
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk mendapatkan berita teraktual
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.