Human Interest Story
Cerita Jepta Keya, Mahasiswa Gorontalo Asal Papua Sudah 16 Tahun tak Pulang Kampung karena Studi
Jepta Keya (22) mahasiswa asal Nabire Papua sudah 16 tahun tinggal di Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jepta-Keya-mahasiswa-Gorontalo-asal-Nabire-nyambi-jualan-bendera.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jepta Keya (22) mahasiswa asal Nabire Papua sudah 16 tahun tinggal di Gorontalo.
Awalnya di tahun 2008, ia datang bersama pamannya ke Gorontalo untuk liburan.
"Kebetulan saya punya om, kuliah di kampus II Universitas Negeri Gorontalo (UNG)," ujar Jepta kepada TribunGorontalo.com, Senin (10/6/2024).
Menurut Jepta, pamannya memiliki kenalan tinggal di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Teman pamannya itu kemudian menjadikan Jepta sebagai adik angkat.
Terhitung sejak saat itu, akhirnya Jepta menetap dan tinggal di Gorontalo hingga saat ini.
"Pokoknya biaya hidup, pendidikan saya semua dibiayai, mulai dari SD-SMA," ungkapnya.
Jepta mengaku mengenyam pendidikannya di SDN 02 Huntu, SMPN 02 Batudaa dan SMA Muhammadiyah Batudaa.
Kini Jepta sudah semester delapan, dan fokus menyusun skripsi SI di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
"Alhamdulilah saya dapat beasiswa, jadi biaya kuliah digariskan," tuturnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Jepta tak ingin membebani terus kakak angkatnya.
Di sela-sela waktu kuliahnya, ia bekerja sebagai penjual bendera.
"Saat ini tinggal dengan bos saya, tapi masih sering juga ke Batudaa," tukasnya.
Untuk menambah penghasilannya, ia sering ditawari mengikuti turnamen sepakbola antar kampung (tarkam).
Ia tetap berkeinginan kembali lagi ke tanah kelahirannya, namun ia masih ingin fokus menyelesaikan studinya.