Minggu, 3 Mei 2026

Berita Viral

Viral Wanita di Sulsel Tewas Ditelan Ular Piton Setelah Dilaporkan Hilang, Begini Kronologinya

Sebuah video yang menampilkan aksi warga membelah perut ular piton yang terlihat besar telah menjadi viral di media sosial.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Viral Wanita di Sulsel Tewas Ditelan Ular Piton Setelah Dilaporkan Hilang, Begini Kronologinya
Tribunnews.com
Sebuah video yang memperlihatkan aksi warga di Kabupaten Sidrap membelah perut piton dan menemukan jasad wanita yang dilaporkan hilang menjadi viral. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sebuah video yang menampilkan aksi warga membelah perut ular piton yang terlihat besar telah menjadi viral di media sosial.

Dalam narasi yang beredar, tindakan tersebut dilakukan oleh warga setelah seorang wanita dilaporkan hilang saat sedang bekerja di kebun.

Kecurigaan warga terbukti ketika jasad korban ditemukan di dalam perut ular piton yang memiliki panjang sekitar 5 meter.

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun Twitter @Heraloebss pada Jumat, 7 Juni 2024.

Melansir dari Tribunnews.com, unggahan tersebut telah mendapatkan 1,1 juta penayangan.

Baca juga: Fakta-fakta Kasus ART di Tangerang Terjun dari Lantai 3 hingga Tewas, Ada Campur Tangan Majikan?

Korban Sempat Dilaporkan hilang

 Sebelumnya diketahui, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Farida (45 tahun) ditemukan tewas secara mengerikan di kebunnya, yang terletak di kawasan Botto Sumerreng, Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) Jumat, 7 Juni 2024.

Farida ditemukan meninggal sekitar pukul 09.00 Wita, dimana sebelumnya korban telah dilaporkan hilang saat ia berkebun pada Kamis (6/6/2024).

Kejadian tragis ini terjadi ketika korban ditemukan telah dimakan oleh seekor ular piton dengan panjang sekitar 5 meter.

Baca juga: Wanita Ini Akan Diadili Pasca Diduga Bunuh Pacarnya di Koper

Kronologi

Kronologi peristiwa ini diungkapkan oleh Fendy Topan, anggota keluarga korban.

"Namanya Farida 50 tahun perempuan, korban seorang petani di desa kami. Awalnya ia dilaporkan tak pulang ke tanah," ungkapnya , dikutip dari Kompas.com.

Awalnya, korban turun dari perkebunan Botto Sumerreng pada pagi hari Kamis.

Dia pergi untuk menjual hasil panennya, yang terdiri dari cabai dan kako.

Ketika Farida tidak kunjung pulang, sang suami, Noni (55), mulai mencari korban di kebun.

"Sehari kemudian suami korban bernama Noni (55) mencarinya," kata Fendy.

Saat mencari, Noni hanya menemukan barang-barang milik Farida di area perkebunan tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved