Tapera

Guru PPPK Boalemo Tanggapi Kebijakan Tapera: Siapa Bisa Menjamin Kita Dapat Rumah?

Setiap gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga karyawan swasta akan dipotong 3 persen untuk pembangunan perumahan rakyat.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Nawir
Elsy Asyura, guru PPPK Boalemo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Pemerintah mengumumkan akan menerapkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Setiap gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga karyawan swasta akan dipotong 3 persen untuk pembangunan perumahan rakyat.

Elsy Asyura, guru PPPK di Kabupaten Boalemo pun memberikan tanggapannya.

"Kalau pendapat saya pribadi, Tapera ini niatnya sangat bagus, tapi bagi kami pastinya akan berdampak buruk juga," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (5/6/2024).

Elsy menambahkan, bahwa guru PPPK banyak biaya yang keluar setiap bulannya.

"Saya saja yang sudah masuk PPPK masih saja banyak pengeluaran, kasihan sama mereka yang masih honorer, karena yang saya dengar pemotongan gaji ini hingga ke karyawan swasta.

"Tentunya ini sangat berdampak buruk bagi para pekerja swasta yang gajinya bisa dibilang sangat kurang tiap bulannya," lanjutnya.

Kata Elsy, walaupun hanya tiga persen, tapi uang tersebut juga tetap bisa membiayai kebutuhan sehari-hari.

"Kita hitung saja misalnya dari gaji Rp 3,5 juta perbulan, jika di potong tiga persen, yang di ambil disitu Rp 105 ribu dan itu uang yang banyak," katanya.

"Ini juga untuk membeli rumah, Rp 105 ribu jika per tahun akan dapat Rp 1.260.000 dan kita hitung rumah sekarang harga paling murahnya yakni Rp 100 juta," ungkap dia.

Butuh waktu 80 tahun untuk mencapai harga tersebut.

"Bisa disimpulkan, bahwa tabungan ini bisa saja tidak berfungsi dengan baik, siapa yang bisa menjamin kita bakal dapat rumah, umur sudah pasti tidak ada yang tahu," tambahnya.

Adapun tanggapan dari Badrul Monoarfa petugas kesehatan yang juga tidak setuju dengan program tersebut.

"Kita tahu bersama, uang sangatlah berharga apalagi bagi para tenaga honorer yang tidak menentu kapan gajinya," jelas Badrul.

"Gaji sudah keluar, malah tidak bisa terima 100 persen, dari mulai potong pajak lah, BPJS lah, malah sekarang potong untuk bangun rumah," keluhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun depok
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved