Viral Nasional
Bocah SD di Bengkulu Dianiaya Oknum Penjaga Sekolah, Paru-Paru Rusak
Alih-alih menegur dengan baik, oknum penjaga sekolah berinisial De justru tega menganiaya Farel hingga mengalami sesak napas.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korban-Farel-bocah-SD-di-Bengkulu-Selatan.jpg)
Kemudian, pada saat itu bola mengenai salah satu kaca rumah penjaga sekolah dan kaca itu pecah.
Tak Terima hal itu, sang penjaga sekolah langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.
Kades Padang Jawi Kecamatan Bunga Mas Sakuan membenarkan, memang ada satu anak warganya yang dianiaya oleh penjaga sekolah.
"Iya benar, kejadian pemukulan itu memang ada. Korban bernama Farel (9) anaknya salah satu warga kami yakni, Ahyan yang masih duduk dikelas 4 SD," ungkap kades.
Hanya saja, kades mengaku jika sampai saat ini dirinya tidak mengetahui secara persis bagaimana kronologi kejadian tersebut. Yang jelas, usai kejadian, korban harus dilarikan ke RS.
Baca juga: Viral Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpang di Bekasi, Begini Modus Pelaku
Pada awalnya, korban hanya dilarikan ke RSUD Hasanuddin Damrah (RSHD) Manna.
Namun, pada saat itu korban dirujuk untuk diobati ke RS di Kota Bengkulu.
Baca juga: Siswa SMP di Batu Tewas Dianiaya 5 Teman, Tak Berani Lapor karena Diancam, Alami Pendarahan Otak
Selanjutnya setelah sempat dibawa ke Kota Bengkulu, ternyata korban masih juga mengeluhkan sesak nafas. Korban akhirnya dibawa pulang ke rumah.
Namun, karena melihat kondisi korban yang kian memperihatinkan, akhirnya pihak keluarga kembali membawa korban ke RSHD Manna.
Pihak RSHD Manna langsung merujuk agar korban dibawa ke RS Palembang.
"Sampai hari ini korban masih dirawat di salah satu rumah sakit di Palembang. Korban itu alami sesak nafas dan trauma," cerita kades.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir, S.IK Kasi Humas AKP Sarmadi membenarkan, memang ada laporan mengenai penganiayaan tersebut.
"Iya benar, ada laporan penganiayaan itu. Laporan masuk seminggu yang lalu oleh orangtua korban. Tapi sampai saat ini kita belum mengetahui secara detail kejadiannya," katanya.
Lanjut kasi, pihaknya juga kesulitan untuk melakukan pengusutan laporan tersebut.