Human Interest Story
Berawal dari Barang Bekas, Roni Sukses Jalankan Usaha Odong-odong di Gorontalo
Dalam pembuatan odong-odong, ia harus membongkar sebagian besar badan mobil. Tersisa hanya ruang kemudi dan lantai.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mobil-odong-odong-Roni-Nusi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Roni Nusi menceritakan awal mula ia memulai usaha mobil odong-odong di Gorontalo.
Roni menjelaskan bahwa usahanya ini telah berjalan di Kota Gorontalo selama 3 bulan lamanya.
Ia mengatakan modal dari usahanya ini ialah bahan-bahan bekas dan mobil bekas.
Dalam pembuatan odong-odong, ia harus membongkar sebagian besar badan mobil. Tersisa hanya ruang kemudi dan lantai.
"Setiap hari pendapatan odong-odong saya tergantung dari anak-anak yang ingin menaikinya," ucap Roni pada TribunGorontalo.com,
Pria berumur 47 tahun tersebut menjelaskan apabila saat malam minggu, penghasilan yang ia dapatkan untuk setiap odong-odongnya sebesar 300 ribu per unit.
Namun apabila untuk pemakaian ke tempat wisata seperti danau perintis, harga menaiki odong-odong naik menjadi 20rb untuk anak-anak dan 25rb untuk orang dewasa.
Ia juga menjelaskan bahwa usahanya ini sudah berjalan dengan lancar, dan hingga saat ini ia telah memiliki 3 unit odong-odong.
Ide dalam pembuatan usaha angkutan Odong-Odong ini, merupakan murni ide dari Roni Nusi itu sendiri.
Ia juga menjelaskan bahwa usahanya ini merupakan penghasilan utamanya sebagai pemilik angkutan Odong-Odong.
Ia juga sangat bersyukur kepada keluarga yang terus mendukungnya dalam mengembangkan usaha yang ia tekati ini.
"Saya sangat berharap dengan usaha odong-odong ini dapat berkembang untuk kedepannya" jelas Roni. (*/Magang)