Kamis, 19 Maret 2026

Kasus Vina Cirebon

Film "VINA Sebelum 7 Hari" Dilaporkan Atas Kegaduhan, Anggy Umbara Minta Polisi Fokus pada Keadilan

Film ini dilaporkan setelah dianggap membuat kegaduhan di masyarakat. Anggy Umbara menanggapi laporan tersebut dengan penuh keheranan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Film "VINA Sebelum 7 Hari" Dilaporkan Atas Kegaduhan, Anggy Umbara Minta Polisi Fokus pada Keadilan
Warta Kota/Arie Puji
Sutradara Anggy Umbara di Studio 41, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024). Meski heran dan merasa ada yang janggal, sutradara Anggy Umbara tetap tenang setelah film VINA Sebelum 7 Hari garapannya diadukan ke polisi. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sutradara Anggy Umbara tetap tenang meski film garapannya, "VINA Sebelum 7 Hari," dilaporkan ke polisi.

Film ini dilaporkan setelah dianggap membuat kegaduhan di masyarakat. Anggy Umbara menanggapi laporan tersebut dengan penuh keheranan.

"Sejak kapan film melanggar hukum setelah ditonton jutaan orang dan dianggap membuat kegaduhan?" ujar Anggy Umbara di Studio 41, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024).

"Sebelum tayang di bioskop, film ini sudah lolos sensor," tegas dia. 

Anggy Umbara mempertanyakan bagian mana dari film yang dianggap menimbulkan kegaduhan.

Baca juga: Ada 61.653 Wajib Pajak Gorontalo Lapor SPT Hingga Mei 2024

Menurutnya, film adalah salah satu media yang bisa menjadi kontrol kehidupan sosial.

"Film ini bukan kegaduhan, tapi respon masyarakat yang mengikuti kasus Vina Cirebon," katanya.

"Saya heran kok dianggap gaduh, itu kan janggal dan aneh," tambah dia. 

Film "VINA Sebelum 7 Hari" memang sedang menjadi sorotan dan kontroversi di masyarakat, terutama terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon pada 2016.

Meski demikian, Anggy Umbara menilai penting untuk tetap fokus pada pencarian keadilan bagi keluarga korban.

"Apakah polisi sudah melakukan pekerjaannya dengan baik?" tanyanya.

"Keluarga korban harus mendapatkan hak dan keadilan," tegas Anggy Umbara.

Meski kontroversial, film "VINA Sebelum 7 Hari" sudah ditonton oleh 4,5 juta orang di bioskop, sebuah pencapaian yang diakui Anggy Umbara sebagai sesuatu yang di luar ekspektasinya.

Baca juga: Akhir Masa Jabatan, Wali Kota Gorontalo Marten Taha Bagikan 3.000 Makanan di Masjid dan Panti Asuhan

Namun, ia tetap berharap bahwa respon dan kritik yang muncul dapat memberikan pandangan konstruktif terhadap karyanya.

Kronologi Singkat Kasus Vina Cirebon

Dilaporkan Kompas.com pada pemberitaan 2016, Vina dibunuh oleh 11 orang yang disebut-sebut merupakan anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (27/8/2016) malam.

Vina ditemukan di lokasi tidak jauh dari mayat kekasihnya, Eki, yang juga menjadi korban kebrutalan geng motor.

Saat itu Eki masih berusia yang sama dengan Vina yakni 16 tahun.

Kapolres Cirebon Kota yang saat itu dijabat AKBP Indra Jafar, menggelar konferensi pers enam hari setelah peristiwa itu terjadi.

Dalam konferensi pers itu dijelaskan, Vina dan Eki sebelum tewas dibunuh secara sadis sempat berkeliling bersama rekan klub motor ke sekitar Kota Cirebon.

Ketika melintasi di sekitar kawasan SMP Negeri 11 Kota Cirebon, Vina dan Eki serta klub motornya itu dilempari batu oleh kelompok geng motor lain.

Baca juga: Cara Rossa Menjaga Kecantikan dan Kebugaran di Usia 45 Tahun, Rupanya Kurangi Konsumsi 2 Bahan Ini

Vina, Eki dan teman-temannya itu tancap gas untuk melarikan diri.

Namun geng motor itu mengejar dan menendang motor yang saat itu dikemudikan oleh Eki.

Vina dan Eki dipukuli hingga mengalami luka parah.

Bahkan, Vina sebelum meninggal dunia juga diperkosa oleh para pelaku yang dilakukan secara bergantian.

Setelahnya jasad Vina dan Eki dibuang di bawah jembatan layang.

Tujuannya untuk mengelabui bahwa seakan-akan kedua korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal.

"Asumsi pertama saat itu adalah kejadian lakalantas. Setelah itu, kami mendapat informasi dari rekan korban bahwa korban belum tentu mengalami kecelakaan lalu lintas," kata Indra.

Namun sebelum kasus pembunuhan terbongkar, ayah Vina, Wasnadi, mendapatkan kabar bahwa putrinya masuk rumah sakit dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Dari laporan awal, disebutkan Vina mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Eki.

Vina dan Eki dilaporkan menabrak tiang listrik dan trotoar di jembatan flyover yang berada di lajur arah Majasem, Kota Cirebon, menuju Sumber Kabupaten Cirebon.

Tim medis menyebut luka yang dialami Vina sangat parah. Vina mengalami luka parah di bagian kepala, tubuh dan kaki.

Namun setelah beberapa hari, Wasnadi mendapat informasi baru bahwa tewas akibat kebrutalan geng motor.

Kasus itu terbongkar berdasarkan kecurigaan pihak keluarga dan juga petugas kepolisian dari luka di sekujur tubuh Vina yang sangat parah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved