Berita Viral
Fakta Baru Kasus Mayat Dalam Toren, Polisi Ungkap Penyebab Devi Kurniawan Nekat Masuk Tandon Air
Devi Kurniawan (27) ditemukan tewas di dalam toren air milik warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Permintaan-Terakhir-Sosok-Mayat-Dalam-Toren-sebelum-Tewas.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Devi Kurniawan (27) ditemukan tewas di dalam toren air milik warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024).
Toren itu berjarak 100 meter dari rumah orang tua Devi.
Jasaf Devi pertama kali ditemukan oleh Sutrisno bersama mertuanya, Abu Suud (60).
Keduanya curiga air tiba-tiba beraroma tak sedap. Mereka lantas mengecek toren di belakang rumah pada Senin (27/5/2024).
Mengingat Abu sudah berusia senja, Sutrisno pun memanjat penopang toren berbahan besi.
Saat itu, dia memastikan, kondisi toren masih tertutup rapat.
“(Posisi toren) terkunci pada umumnya, tertutup. Saya buka penutup torennya itu dua sampai tiga kali putaran,” ungkap Sutrisno.
Saat pertama kali membuka penutupnya, aroma tak sedap menyeruak.
Sekilas, Sutrisno melihat ke dalam toren ada sebuah benda seperti bantal. Sutrisno pun turun dan digantikan oleh Abu.
Tanpa ragu, Abu membuka penutup toren lebar-lebar dan ternyata di dalam terdapat pria yang sudah tidak bernyawa.
Polisi ungkap sosok Devi Kurniawan
Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq memastikan Devi Kurniawan merupakan seorang bandar narkoba.
Devi diduga bersembunyi di dalam toren untuk menghindari kejaran polisi setelah mengetahui rekannya yang merupakan kurir narkoba bernama Abdul Aziz alias AA ditangkap polisi.
Penangkapan terhadap AA berlangsung di Jalan Puskesmas Pondok Aren, RT 02/RW 11, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (27/5/2024).
“Setelah kami lakukan interogasi terhadap AA atau pelaku, pelaku menyampaikan bahwa yang bersangkutan itu mengambil barang lalu diserahkan di rumahnya Dwi alias D (DPO),” ujar Bambang di Polsek Pondok Aren, Rabu (29/5/2024).
Menurut Bambang, AA ditugaskan mengambil sabu seberat 50 gram di Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/5/2024). AA mengambil sabu dari orang yang tidak dia kenal atas suruhan Perong alias P (DPO).
“Saat itu juga, tim opsnal mengarah ke rumah kosong itu, yang awalnya diakui oleh si AA adalah rumahnya D. Saat itu juga (Sabtu malam), kami ke sana pukul 23.00 WIB,” kata Bambang.
Ternyata, rumah kosong itu sempat dijadikan lokasi pesta narkoba oleh AA, Dwi, Perong, dan Devi. Bukan hanya itu, rumah kosong tersebut sempat mereka jadikan sebagai tempat untuk membagi sabu 50 gram yang AA ambil dari Cengkareng.
“Mengingat di rumah D kosong, langsung kita balik kanan, rumah itu dalam keadaan sepi kosong. D, DK, dan P langsung kita jadikan DPO,” ujar Bambang.
Mengetahui rumah kosong itu didatangi polisi, Devi diduga melarikan diri hingga akhirnya bersembunyi di dalam toren milik salah satu rumah warga.
“Kemungkinan seperti itu (menghindari penangkapan), mengingat saat AA menunjukkan rumah kosongnya di mana dan posisinya, pada saat mau ke rumah kosong itu, kami melewati rumahnya DK,” kata Bambang.
“Kami waktu itu belum tahu rumahnya DK, yang diketahui kami itu rumah kosong. Kemungkinan yang bersangkutan (DK) ini masih ada reaksi sabu, halu atau ketakutan,” ucap Bambang.
Bambang juga menyampaikan, DK adalah bandar yang mengendalikan jaringan narkoba dari salah satu lapas yang dia tidak sebutkan namanya.
“Iya, dari salah satu lapas. Alan kami kembangkan lagi. Ada, lapas. Nanti kalau disebutkan… Janganlah,” ujar Bambang. “Ya termasuk pengendali dong. Kan dia (DK) mengatur juga,” jelas dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Terungkapnya Penemuan Mayat Dalam Toren yang Ternyata Bandar Narkoba"
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.