Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Viral

5 Fakta Penemuan Mayat di Dalam Toren Air Tangsel, Identitas Terungkap hingga Ada Luka Cekikan

Berikut kumpulan fakta terkait peristiwa penemuan mayat di dalam toren air, Tangerang Selatan.

Tayang:
Editor: Rafiqatul Hinelo
zoom-inlihat foto 5 Fakta Penemuan Mayat di Dalam Toren Air Tangsel, Identitas Terungkap hingga Ada Luka Cekikan
Tribun Tengerang
Mayat ditemukan di dalam toren air, Tengerang Selatan. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Mayat ditemukan di dalam toren air, di Tangerang Selatan, telah membengkak dan membusuk, Senin (27/5/2024) sekira pukul 18.00 WIB.

Melansir TribunTangerang.com, mayat tersebut tepatnya ditemukan di toren air milik warga yang rumahnya berlokasi Gang Samid Sian RT 003 RW 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Nama warga yang menemukan mayat tersebut, sekaligus pemilik toren itu adalah Sutrisno (46).

Awalnya, Sutrisno melihat ada yang tidak beres dengan kondisi air di rumahnya. 

Ia mengamati air di rumahnya tampak keruh, licin, dan bau bangkai. 

Akhirnya, Sutrisno menemukan biangnya adalah terdapat mayat di dalam toren air rumahnya.

Saat ini, identitas mayat sudah terungkap. 

Berikut kumpulan fakta terkait peristiwa penemuan mayat di dalam toren air, Tangerang Selatan, melansir TribunTangerang.com.

1. Identitas Korban Sudah Diketahui

Identitas mayat di dalam toren air di Pondak Aren akhirnya terungkap. Mayat itu merupakan warga sekitar bernama Devi Karmawan (27). Identitas mayat diumumkan melalui pengeras suara masjid setempat.

Identitas korban itu diinformasikan Sutrisno (46) pemilik toren air tempat mayat Devi Karmawan (27) ditemukan.

Katanya identitas korban diumumkan oleh pengurus RT melalui pengeras suara masjid setempat.

“Baru banget tadi diumumkan di masjid,” ujar Sutrisno saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (28/5/2024). Berdasarkan pantauan Kompas.com, rumah duka Devi berjarak kurang lebih 100 meter dari TKP.

Sementara, toren berwarna oranye ini tepat berada di belakang rumah Sutrisno. Untuk ke TKP, Sutrisno harus melewati rumah tetangga yang akhirnya tembus ke saluran air dengan lebar kurang lebih satu meter.

Selain rumah tetangga Sutrisno, terdapat satu akses lain untuk ke toren tersebut, yakni dekat rumah duka Devi. Di rumah duka Devi pada pukul 11.48 WIB, sejumlah pelayat mulai berdatangan untuk berbelasungkawa kepada keluarga.

Pihak keluarga belum memberikan keterangan karena masih syok dan menunggu kedatangan jenazah Devi.

“Iya, ini mayat yang di dalam toren,” kata salah satu pelayat usai melayat ke rumah duka Devi.

Penemuan mayat ini bermula pada Minggu (26/5/2024) saat istri Sutrisno mengeluhkan soal airnya yang terasa bau dan tampak keruh. Istri Sutrisno meminta suaminya untuk menguras toren.

Tetapi, dia menolak karena baru beberapa waktu lalu menguras toren. Di lain hari, yakni Senin (27/5/2024), aroma air di rumah Sutrino mulai sangat tidak sedap dan terasa licin.

Oleh karena itu, Sutrino dan mertuanya, Abu Suud (60), mengecek toren yang ada di belakang rumah dengan melewati kediaman tetangga.

Mengingat usia Abu yang telah senja, Sutrisno lebih dulu mengecek toren dengan memutar penutup penampungan air itu sebanyak dua sampai tiga kali putaran.

2. Tidak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban

Pihak kepolisian tengah menyelidiki hasil forensik untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian mayat laki-laki tersebut.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan jika tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat tersebut.

"Tidak ada ditemukan luka," kata Bambang di Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024).

Namun, Bambang menjelaskan jika kondisi mayat sudah mulai membengkak, karena terendam di dalam toren air sudah cukup lama.

"Mengingat mayat tersebut mungkin dalam waktu cukup lama, jadi posisi agak membengkak, jenazah laki-laki tersebut," kata Bambang.

Saat ini, Bambang memilih untuk menunggu hasil dari tim forensik yang sedang melakukan identifikasi terhadap mayat laki-laki tersebut.

Ia juga belum bisa memastikan, apakah pria tersebut merupakan korban kejahatan ataupun tidak.

3. Polisi Gergaji Toren Keluarkan Mayat

Polisi dan warga sempat kesulitan mengevakuasi mayat laki-laki ditemukan di dalam toren air itu. 

"Sekitar pukul 18.00 WIB atau abis magrib kita mendapat laporan bahwa ditemukan di atas toren air penampung itu, kemudian jam 18.30 WIB kami tim kami langsung merapat ke sana," ucap Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq, di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5/2024)

Bambang mengungkapkan bahwa toren air masih dipenuhi air, sehingga pihak kepolisian harus mengeluarkannya terlebih dahulu.

Polisi pun menggergaji bagian tengah toren, agar mayat tersebut bisa dikeluarkan.

"Mengingat toren air penuh, jadi dikosongkan dulu, lanjut memotong gergaji besi toren, menara toren tersebut kepotong, lanjut mengeluarkan jenazah dari dalam toren tersebut," ucap Bambang.

Bambang menduga bahwa mayat tersebut sudah tewas dalam waktu yang cukup lama.

Sebab, kondisi mayat yang sudah membengkak ketika dikeluarkan dari dalam toren.

"Karena kami duga jenazah dalam waktu cukup lama, dalam kondisi membengkak, jadi kita keluarkan jenazah dalam toren tersebut dan kita gergaji atasnya biar bisa mengeluarkan dalam jenazah," kata Bambang.

Adapun polisi berhasil mengevakuasi mayat dalam toren pada pukul 22.19 WIB.

Mayat tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi. 

4. Kakak Perempuan dari Mayat Menangis Melihat Kondisi Jenazah Adiknya

Seorang wanita menangis di Jenazah Devi Karmawan, laki-laki dalam toren air itu. 

Wanita berhijab putih yang tak mau disebutkan namanya itu mendatangi lokasi kejadian, karena kehilangan adiknya dalam beberapa hari terakhir.

Ia semakin yakin karena melihat foto mayat dalam toren tersebut, melalu pesan berantai di grup warga yang memperlihatkan ciri-ciri sang adik.

"Itu ada tandanya (tato)," ucap wanitanya.

Wanita itu nampak merengek kepada petugas, karena ingin melihat wajah sang adik di tempat kejadian perkara.

Karena lokasi yang sempit, polisi meminta agar keluarga menunggu di dekat ambulance.

Wanita itupun diminta untuk menunggu di ambulance, untuk memastikan apakah mayat tersebut adalah sang adik.

Mayat pria itupun dimasukkan ke dalam ambulance.

"Coba liat di bagian kanan tangannya, kita cek yuk," ucap petugas.

Wanita behijab putih itu naik ke dalam mobil untuk melihat mayat tersebut untuk memastikan identitas sang adik.

Hingga akhirnya ia membuka kancing kantong jenazah secara perlahan.

Tangis wanita itu pecah, seolah mengisyaratkan bahwa mayat laki-laki itu adalah benar adiknya.

5. Ada Luka Cekikan di Leher Mayat 

Darmiyati (55) ibu korban, Devi Karmawan alias Devoy mengatakan ingin meminta kepolisian meminta rumah sakit mengotopsi anaknya karena di leher putranya ada bekas cekikan.

Darmiyati mengatakan ada kejanggalan soal tewasnya sang anak.

“Cuma ada kejanggalan gitu, di hati saya, ini anak kayak dikeroyok gitu. Makanya, si kakaknya, sampai saat ini belum pulang, minta diotopsi, kayak ada dicekik. Makanya dari pagi enggak pulang-pulang,” ungkap Darmiyati.

“Iya (ada bekas cekikan). Kan tadi (kakaknya Devi) telepon, 'sudah, pulang saja', 'enggak, aku penasaran'. Kenapa ini meninggalnya kesetrum atau pengeroyokan. Terus, sama pada mengelupas gitu, kayak kesiram air apa sih,” lanjut dia.

Sebelum ditemukan tewas, dua hari sebelumnya Devoy sempat pamit pergi kepada ibunya, Sabtu (25/5/2024) malam.

“Malam minggu masih ngobrol sama saya, di dalam rumah sini. Terus, dia pamit, mau beli kopi,” kata Darmiyati saat ditemui di rumah duka, Gang Simak, RT 03/RW 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (28/5/2024).

Sebelum berpamitan, Devi juga sempat meminta dikerok oleh Darmiyati karena mengeluh tidak enak badan.

“Dia juga sempat minta kerok karena tidak enak badan, kelaparan. ‘Perih banget perut, kerokin, Mak’. Saya bilang, ‘besok saja, mamah capek, baru pulang kerja’,” ujar Darmiyati.

Mulanya, Darmiyati tidak curiga Devi tidak pulang ke rumah pada Sabtu malam setelah berpamitan membeli kopi. “Saya tanya, ‘ke mana ini si Devi?’. Setahu ibu, dia kalau mandi ke curug, berenang, sama teman-temannya. Kirain pergi ke sana, tapi kok enggak pulang-pulang,” imbuh Darmiyati.

Namun, Devi ditemukan tewas di dalam toren rumah warga pada Senin (27/5/2024), yang lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari kediaman Darmiyati.

“Sampai Senin, dapat kabar, ada mayat dalam toren, bertato. Coba deh lihat. Terus aku hubungi kakak-kakaknya dan pada ke rumah,” ujar Darmiyati.

Hingga saat ini, jasad Devi masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk penanganan otopsi.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Kakak Pingsan Lihat Jenazah Devi Karmawan, Sebut Sang Adik Sudah Tidak Pulang Beberapa Hari.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved