Sabtu, 21 Maret 2026

Barcelona

Xavi Dinilai Senasib dengan Lionel Messi sebagai Korban Kesewenang-wenangan Barcelona

Pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Barcelona menuai kritikan dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Xavi Dinilai Senasib dengan Lionel Messi sebagai Korban Kesewenang-wenangan Barcelona
Kolase AFP/Instagram
Xavi Hernandez dinilai senasib dengan Lionel Messi ketika keluar dari Barcelona. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Barcelona menuai kritikan dari pelatih Sevilla, Quique Sanchez Flores.

Usai Xavi dipecat, Flores mengutarakan borok Barcelona dalam hal kebijakan.

Pasalnya, Barcelona mengambil keputusan sepihak setelah komentar Xavi yang menilai buruknya keuangan klub.

Presiden Barcelona, Joan Laporta menjadi antagonis dalam pemberhentian Xavi dari posisi manajerial.

Laporta bersama para petinggi Barcelona dan Xavi mengadakan pertemuan di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Jumat (24/5/2024) kemarin.

Pihak klub akhirnya sepakat memutus kerja sama dengan legenda Blaugrana tersebut.

Itu berarti laga Barcelona dan Sevilla menjadi momen perpisahan Xavi dengan para pemain sekaligus penggemarnya.

Partai terakhir Barcelona di Liga Spanyol itu digelar di Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (26/5/2024) waktu setempat.

Quique Sanchez Flores saat masih menjadi Getafe CF, bertemu dengan Xavi Hernandez dalam partai LaLiga Santander di Coliseum Alfonso Perez, 16 April 2023 waktu setempat.
Quique Sanchez Flores saat masih melatih Getafe CF, bertemu dengan Xavi Hernandez dalam partai LaLiga Santander di Coliseum Alfonso Perez, 16 April 2023 waktu setempat. (Foto: Angel Martinez/Getty Images)

Sebagai pelatih Sevilla sekaligus teman Xavi, Flores mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Barcelona.

"Xavi adalah pelatih yang sangat peduli terhadap klub," ujar Flores dikutip BolaSport.com dari Mundodeportivo.

"Dia menjalani banyak hal sebagai pemain dan telah melakukan pekerjaan hebat selaku pelatih."

"Saya akan memberinya pelukan, kami akan mengobrol. Hubungan kami bagus."

"Saya benci mengatakan ini, tapi Barcelona tidak memperlakukan legenda mereka secara baik," kata pria asal Madrid itu.

Flores menyamakan contoh kondisi Xavi sekarang dengan kepergian Lionel Messi dan Ronald Koeman tiga tahun lalu.

Dia menganggap ketiganya sama-sama jadi korban tindakan sewenang-wenang petinggi Barca.

Lionel Messi menangis pada acara perpisahannya sebagai pemain Barcelona di Camp Nou, 8 Agustus 2021.
Lionel Messi menangis pada acara perpisahannya sebagai pemain Barcelona di Camp Nou, 8 Agustus 2021. (Foto: Pau BARRENA/ AFP)

Pada 2021, publik gempar ketika Messi terpaksa pindah dari Barcelona karena konflik seputar kontrak kerja.

Barca tak punya cukup uang untuk menggaji megabintang Argentina tersebut.

Adapun nasib Messi sendiri digantung selama beberapa bulan karena ketidakpastian ini.

Raja gelar Ballon d'Or yang kini memperkuat Inter Miami bahkan sempat dirumorkan bakal membawa masalah kontraknya di Barca ke meja hijau.

Dua bulan kemudian, manajemen Barca memecat Ronald Koeman setelah bertugas 14 bulan di kursi pelatih.

Koeman sebagai salah satu bintang utama Barcelona era 1990-an diberhentikan secara tidak hormat.

Ia diberi tahu Laporta bakal di-PHK ketika sedang dalam perjalanan di pesawat sementara para pemain berada di dekatnya.

Pria asal Belanda tersebut merasa jasa-jasanya tidak dihargai oleh klub.

"Situasinya sulit dengan Koeman, Messi, dan sekarang Xavi. Klub harus lebih mengapresiasi legenda mereka," kata Flores lagi.

Selama menukangi Barca pada 2021-2024, Xavi membawa klub juara Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol di musim keduanya.

Eks maestro lini tengah Spanyol menjalani 141 pertandingan sebagai nakhoda Tim Catalan dengan rasio kemenangan cukup baik, yakni 62,4 persen.

Baca juga: Xavi Hernandez Didepak Laporta, Hansi Flick Resmi Tukangi Barcelona

Barcelona Tunjuk Hansi Flick

Beberapa saat setelah pemecatan Xavi, Barcelona dikabarkan telah menunjuk pelatih baru.

Dia adalah Hansi Flick. Eks pelatih Bayern Munich yang pernah mempermalukan Barcelona di ajang Liga Champions musim 2019-2020.

Kala itu, Hansi Flick mengalahkan Barca yang ditangani Quique Setien dengan skor telak 2-8 di Camp Nou.

Kini lima tahun berlalu, Hansi Flick akhirnya menerima tawaran Barcelona.

Menurut laporan dari Sky Sports yang dikutip BolaSport.com, Barcelona telah mencapai kesepakatan lisan dengan Hansi Flick untuk menjadi pelatih mereka pada musim 2024-2025.

Ekspresi Hansi Flick ketika Bayern Munich unggul 2-8 atas Barcelona di Camp Nou pada ajang Liga Champions musim 2019-2020.
Ekspresi Hansi Flick ketika Bayern Munich unggul 2-8 atas Barcelona di Camp Nou pada ajang Liga Champions musim 2019-2020. (Twitter.com)

Kesepakatan itu terjalin setelah Direktur Barcelona, Deco, melakukan komunikasi intensif dengan Flick dalam beberapa waktu terakhir.

Beberapa waktu lalu, jurnalis Fabrizio Romano mengumumkan bahwa Hansi Flick sepakat merapat ke Barcelona.

"Perjanjian tersebut telah selesai dikerjakan dan sekarang disetujui oleh agennya Pini Zahavi dengan kontrak dua tahun. Kontrak hingga 2026," tulis Fabrizio Romano di akun media sosialnya, Jumat (25/5/2024) malam.

 


Artikel ini dioptimasi dari Bolasport.com

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved