Berita Islami

Apa Itu Salat Isyraq? Amalan Sunnah Pahalanya seperti Beribadah Haji dan Umrah

Salat atau sholat Isyraq merupakan salat sunnah berjumlah dua rakaat. Salat ini ditunaikan sesaat setelah matahari terbit.

Editor: Fadri Kidjab
Masjid Pogung Dalangan/ Unsplash
Ilustrasi salat isyraq 

TRIBUNGORONTALO.COM – Salat atau sholat Isyraq merupakan salat sunnah berjumlah dua rakaat.

Salat ini ditunaikan sesaat setelah matahari terbit.

Namun berlaku bagi mereka yang berdiam diri dan berzikir di masjid saat selesai salat subuh.

Dikutip dari laman Rumaysho, waktu shalat isyraq seperti halnya waktu salat Dhuha, yakni mulai matahari setinggi tombak, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit.

Salat Isyraq satu di antaranya didapat dalam keterangan hadist Rasulullah SAW berdasarkan penamaan sahabat Ibnu ‘Abbas.

Dalam sebuah hadist dari ‘Abdullah bin Al Harits, ia berkata:

أن ابن عباس كان لا يصلي الضحى حتى أدخلناه على أم هانئ فقلت لها : أخبري ابن عباس بما أخبرتينا به ، فقالت أم هانئ : « دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم في بيتي فصلى صلاة الضحى ثمان ركعات » فخرج ابن عباس ، وهو يقول : « لقد قرأت ما بين اللوحين فما عرفت صلاة الإشراق إلا الساعة » ( يسبحن بالعشي والإشراق) ، ثم قال ابن عباس : « هذه صلاة الإشراق »

Artinya:

Ibnu ‘Abbas pernah tidak shalat Dhuha sampai-sampai kami menanyakan beliau pada Ummi Hani, aku mengatakan pada Ummi Hani, “Kabarilah mengenai Ibnu ‘Abbas.” Kemudian Ummu Hani mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat Dhuha di rumahku sebanyak 8 raka’at.” Kemudian Ibnu ‘Abbas keluar, lalu ia mengatakan, “Aku telah membaca antara dua sisi mushaf, aku tidaklah mengenal shalat isyroq kecuali sesaat.” (Allah berfirman yang artinya), “Mereka pun bertasbih di petang dan waktu isyroq (waktu pagi).”1 Ibnu ‘Abbas menyebut shalat ini dengan Salat Isyroq.

Keutamaan Salat Isyraq

Adapun keutamaan Salat Isyraq satu di antaranya bisa dilihat dalam keterangan hadist Rasulullah SAW dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR Tabrani).

Ada pula keterangan dalam hadist lain.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved