Minggu, 8 Maret 2026

Dugaan Korupsi di Kementan

Saksi Sebut SYL Gunakan Uang Kementan untuk Beri THR Pekerja di Rumahnya

Terungkap satu lagi pengakuan saksi dalam sidang dugaan kasus korupsi di Kementan oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL), rupanya SYL memberikan uang tunjanga

Tayang:
Editor: Rafiqatul Hinelo
zoom-inlihat foto Saksi Sebut SYL Gunakan Uang Kementan untuk Beri THR Pekerja di Rumahnya
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Terungkap satu lagi pengakuan saksi dalam sidang dugaan kasus korupsi di Kementan oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL), rupanya SYL memberikan uang tunjangan hari raya (THR) untuk pekerja di rumahnya. 

Melansir Tribunnews.com, kesaksian ini diungkapkan oleh Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian, Fadjry Djufry, dalam sidang yang dilaksanakan Selasa (21/5/2024).

Kata Fadjry, SYL membagikan uang itu kepada sopir, satpam, dan petugas rumah tangga di rumahnya. 

SYL meminta uang untuk hal tersebut, melalui Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, yang sekarang merupakan terdakwa dalam kasus ini. 

“Artinya kami siapkan untuk sopir, satpam, petugas rumah tangga, masing-masing kita bagi,” kata Fadjry dilansir Kompas.com, Kamis (23/5/2024).

Menurut Fadjry, permintaan uang THR ini terjadi dua kali, yakni pada tahun 2021 dan 2022.

Saat itu Fadjry masih menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Terkait besaran uang THR, Fadjry menyebut SYL tak menentukannya.

Sehingga Fadjry bersama pegawai di Balitbangtan berunding dan mengumpulkan uang Rp 50 juta untuk membayar THR pegawai di rumah SYL tersebut.

“Itu hasil diskusi. Itu kan bukan untuk menteri langsung, (tapi) untuk staf dan yang lain,” ungkap Fadjry.

Lebih lanjut Fadjry menuturkan, uang Rp 50 juta ini didapat dengan cara menyisihkan biaya perjalanan dinas hingga pemeliharaan kantor.

Kemudian uang tersebut diserahkan Fadjry bersama stafnya secara langsung kepada sopir, satpam hingga asisten rumah tangga SYL.

Jika ada sisa uang, biasanya akan diserahkan untuk SYL melalui ajudannya.

“Jadi tidak semua langsung ke Pak Menteri. Kalau ada sisa dari situ biasanya (diserahkan ke SYL). Ada Rp 10 juta, sudah dipisah, diserahkan ke ajudan,” ungkap Fadjry.

Anak SYL Disebut Sering Palak Protokoler Kementan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved