Universitas Negeri Gorontalo

Universitas Negeri Gorontalo Berbeda! Tidak Naikkan UKT Mahasiswa

Berbeda dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Negeri Riau (Unri), dan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan yang menuai protes

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Prailla Libriana
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNG, Abdul Hafidz Olii. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di tengah polemik kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersikap. 

Berbeda dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Negeri Riau (Unri), dan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan yang menuai protes akibat kenaikan UKT, UNG justru memilih kebijakan yang pro-mahasiswa.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNG, Abdul Hafidz Olii, menegaskan bahwa UNG tidak pernah menaikkan UKT selama 11 tahun terakhir.

"Kita tidak pernah menaikkan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Senin (20/5/2024).

UNG bahkan memberikan keringanan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membayar UKT dengan cara pemberian pengurangan UKT.

Baca juga: IAIN Gorontalo Siapkan 1.960 Kuota Mahasiswa Baru 2024, Klaim UKT Termurah di Gorontalo

Hal ini bertujuan agar semua mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa terbebani biaya.

Di UNG, terdapat delapan kelompok UKT yang didasarkan pada pendapatan orang tua. Mahasiswa dapat mengajukan penurunan UKT jika mengalami kendala keuangan.

Abdul Rahman Makrim, mahasiswa UNG, mengaku bersyukur selama 6 semesternya di UNG, UKTnya tidak pernah naik.

"Alhamdulillah selama 6 semester saya di sini, UKT saya belum pernah naik," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Senin (20/5/2024).

Meskipun UKTnya tergolong tinggi, ia dapat mengajukan permohonan penurunan dan mendapatkan keringanan Rp 500 ribu.

Siti Aisyah Tilameo, mahasiswa akhir UNG, juga merasa bersyukur tidak ada kenaikan UKT selama dirinya menempuh pendidikan di UNG.

"Syukur tidak ada ini kenaikan-kenaikan UKT macam yang lagi heboh sekarang," ujarnya.

Ia berharap kebijakan ini terus berlanjut agar membantu mahasiswa yang ingin kuliah namun terkendala biaya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved