Haji Gorontalo
Cerita Tika Budiman, Non Islam Jadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji di Gorontalo
Tika, seorang Non-Islam (Nonis), terpilih untuk pertama kalinya menjadi bagian dari tim PPIH di Gorontalo, dan pengalamannya ini memberikan kesan mend
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tika-Budiman-30-seorang-Non-muslim-fff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengalaman menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah sesuatu yang istimewa bagi siapa saja.
Namun, bagi Tika Budiman (30), pengalaman itu menjadi lebih dari sekadar tugas kerja.
Tika, seorang Non-Islam (Nonis), terpilih untuk pertama kalinya menjadi bagian dari tim PPIH di Gorontalo, dan pengalamannya ini memberikan kesan mendalam baginya.
Wanita berketurunan Manado itu bekerja sebagai Jabatan Perencana di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Ia tak menyangka akan mendapat kesempatan ini. Meskipun berbeda agama, Tika menunjukkan dedikasinya dan kinerja profesionalnya di tempat kerjanya, yang akhirnya membawanya pada tugas yang penuh tanggung jawab tersebut.
Tika dipercayakan sebagai PPIH di bidang kehumasan. Seluruh rangkaian kegiatan jemaah haji mulai dari proses karantina, berangkat hingga nanti balik lagi ke tanah air diinformasikan olehnya.
“Saya ditugaskan sebagai bidang kehumasan untuk PPIH pada tahun ini, dan baru dua hari ini saya menjalankan tugas tersebut," ujar Tika saat ditemui di Asrama Haji, Sabtu (18/5/2024) malam hari.
Ia menjelaskan, alasan tertarik di bidang kehumasan pada musim haji tahun ini.
Bagi dia di bagian tersebut merupakan tugas untuk memberikan informasi terkait pelayanan yang berada di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo.
Lebih khususnya informasi terkait pelayanan bagi jemaah yang akan berangkat ke Madinah untuk melaksanakan ibadah haji.
Ia juga mengakui, bahwa baru tahun ini ia ditunjuk sebagai PPIH. di tahun-tahun sebelumnya ia hanya sekadar memantau dan mengetahui informasi terkait musim haji dari rekan kerjanya yang muslim.
"Ini merupakan pengalaman saya yang pertama, karena tiba-tiba ditunjuk sebagai staf kehumasan," ujarnya.
Selain itu, Tika mengakui, bahwa ditunjuk sebagai PPIH ia sangat merasa senang. Sebab, tugas yang baru diembannya itu merupakan momen pertama kali dalam seumur hidupnya.
Baru dua hari bekerja sebagai PPIH, Tika telah memiliki wawasan baru yaitu mengetahui terkait istilah dalam manasik haji.
Bagaimana tidak, dalam tugasnya tersebut, Tika menjadi reporter dan musti memberikan informasi tentang istilah yang baru diketahuinya.
| Kuota Haji Gorontalo Dipangkas hingga 37 persen, Dari 969 Jadi 608 Jemaah di Tahun 2026 |
|
|---|
| Fase Pemulangan Jemaah Haji 1446 H Selesai, Total 446 Jemaah Wafat |
|
|---|
| Tak Ada Jamaah Haji Gorontalo yang Gugur dan Sakit di Tanah Suci, Kemenag: Ini Kali Pertama |
|
|---|
| Kloter 32 Jamaah Haji Gorontalo Tiba di Tanah Air, 179 Jemaah Pulang Utuh dan Sehat |
|
|---|
| Tangis Haru Erika Nur, Jemaah Haji Gorontalo Pecah saat Bertemu Keluarganya |
|
|---|