Jumat, 6 Maret 2026

Kasus Pelecehan Seksual

Ngakunya Mengundurkan Diri, Ternyata Amir Halid Dinonaktifkan dari Jabatan Rektor UNU Gorontalo

Karena hal tersebut, Kuasa Hukumnya, Rahmat Huwoyon mengatakan bahwa Amir Halid mengundurkan diri dari jabatan Rektor UNU Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ngakunya Mengundurkan Diri, Ternyata Amir Halid Dinonaktifkan dari Jabatan Rektor UNU Gorontalo
doc/UNUGorontalo
Eks Rektor UNU Gorontalo, Amir Halid. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Publik baru-baru ini dikejutkan dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Eks Rektor UNU Gorontalo, Amir Halid.

Amir Halid diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 12 korban di lingkungan kampus.

Karena hal tersebut, Kuasa Hukumnya, Rahmat Huwoyon mengatakan bahwa Amir Halid mengundurkan diri dari jabatan Rektor UNU Gorontalo.

"Bahwa klien kami saat ini sementara menyiapkan berkas pengunduran diri sebagai rektor UNUGo," kata Rahmat kepada wartawan saat konferensi pers, Rabu (1/5/2024).

Baca juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Umumkan Rencana Kedatangan Paus Fransiskus, Dukung Pengurus LP3KN

Rahmat menyebut keputusan untuk mengundurkan diri merupakan langkah terakhir bagi Amir Halid dalam menyikapi permasalahan dugaan pelecehan seksual.

Menanggapi hal ini, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), KH Abdullah Aniq Nawawi mengungkapkan Amir Halid telah dinonaktifkan sejak dugaan pelecehan seksual mencuat kepublik.

"Itu ada penonaktifan dari kami, ketika kasus ini sudah mulai mencuat, instruksi dari pimpinan kami Rois Syuriyah kasus ini harus diselesaikan seterang-terangnya," ungkapnya kepada Wartawan, Jumat (17/5/2024) malam

"Kalau perlu ada upaya penegakan hukum, sambil menunggu upaya itu, maka dinonaktifkan, itu rapat BP2NU merekomendasikan pada tanggal 4 April 2024, lalu PBNU yang menonaktifkan," tambahnya.

Baca juga: PDIP Bocorkan Isi Pertemuan dengan Khofifah, Sinyal Dukungan Calon Gubernur Jatim Menguat

Hal tersebut menurut Abdullah sudah melalui koordinasi dengan PB2NU dan kemudian mengeluarkan rekomendasi penonaktifan kepada PBNU.

"Dan pada Rabu kemarin (15/5/2024) sudah dilantik Rektor yang baru yaitu Prof Lahaji, upaya dari kami sudah maksimal," jelasnya 

Selain itu, Abdullah juga mengatakan NU akan selalu komitmen dalam penindakan oknum pelecehan seksual.

"Jangan menyentuh, melihat dengan tatapan nafsu saja dikami (NU) sudah masuk pelecehan atau kekerasan seksual," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved