Kabar Gorontalo
Difabel Gorontalo Antusias Ikuti Pelatihan Mitigasi Bencana, Siap Jadi Garda Terdepan
Puluhan difabel dan pendampingnya mengikuti dengan antusias pelatihan mitigasi bencana yang digelar tiga kali dalam setahun.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1852024_pelatihan-mitigasi-bencana-kepada-para-difabel.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Semangat para anggota Difabel Siaga Bencana (Difagana) Gorontalo patut diacungi jempol.
Puluhan difabel dan pendampingnya mengikuti dengan antusias pelatihan mitigasi bencana yang digelar tiga kali dalam setahun.
Pelatihan pada Sabtu (18/5/2024), ini diinisiasi Yayasan Putra Mandiri Gorontalo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo.
Tujuannya memperkuat kapasitas difabel dalam menghadapi dan mengelola situasi bencana.
"Meskipun kami memiliki keterbatasan, tapi semangat untuk belajar dan melindungi diri saat bencana itu sangat tinggi," ujar Raden Sahi, Ketua Yayasan Putra Mandiri Gorontalo.
Baca juga: Jalan Berlubang Sepanjang 7 Meter di Pohuwato Gorontalo Bahayakan Pengguna Jalan
Antusiasme mereka terlihat jelas. Sejak pukul 06.00 WITA, peserta sudah berkumpul di Kedai Tuli, tempat pelatihan, jauh sebelum jadwal dimulai pukul 07.00 WITA.
Mulyono Mardjun, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Mudah BPBD Kota Gorontalo, memberikan materi tentang gambaran umum terkait upaya relawan dalam menghadapi bencana.
"Tujuannya, agar Difagana menjadi garda terdepan dalam penanganan kebencanaan, khususnya pada fase sebelum, saat, dan sesudah terjadinya bencana," jelas Mulyono.
Dia pun terkesan dengan semangat dan motivasi tinggi para Difagana. "Mereka begitu antusias menyerap materi yang diberikan," imbuhnya.
Mulyono meyakini, pelatihan ini membekali Difagana dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk melindungi diri dan orang lain saat bencana terjadi.
Baca juga: Marten Taha Pastikan Pelayanan Terbaik Bagi CJH Asal Kota Gorontalo di Asrama Haji
"Meskipun tidak terlalu luas yang kami berikan, pastinya para Difabel ini bisa secara sigap melindungi diri dan memberikan perlindungan dalam menghadapi bencana mendatang," kata Mulyono.
BPBD Kota Gorontalo berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini.
"Mitigasi bencana seperti ini saya berharap tidak berhenti di sini saja, akan ada lagi kegiatan berikutnya," ujar Mulyono.
Pelatihan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif.
Dengan semangat dan antusiasme Difagana Gorontalo, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai jenis bencana.
Mitigasi bencana ini menandakan bahwa keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga menjadi prioritas utama.(*)