Santriwati Meninggal usai Makan Siomay
Seorang Santriwati di Riau Meninggal Dunia sehabis Makan Siomay, Kawan Lainnya alami Sesak Napas
Kabar miris datang dari Rokan Hilir, Riau, seorang santriwati meninggal dunia setelah makan siomay.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Santriwati-di-Rokan-Hilir-Riau-meninggal-dunia-usai-makan-siomay.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Kabar miris datang dari Rokan Hilir, Riau, seorang santriwati meninggal dunia setelah makan siomay.
Santriwati ini merupakan pelajar di Pondok Pesantren Bidayatul Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Melansir TribunStyle.com, tidak hanya santriwati tersebut yang menjadi korban. Rupanya, ada 14 santriwati yang terganggu kesehatannya setelah menyantap siomay.
Kabarnya, dari 14 korban tersebut, ada yang menderita sesak napas.
Berikut kornologi kejadiannya.
Satu santriwati bernama Safitri (16) meninggal dunia usai keracunan makanan di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, kejadian ini bermula saat acara milad Pesantren Bidayatul Hidayah, para santriwati membeli siomay yang datang dari luar pesantren, Minggu (12/5/2024).
Sebanyak 14 orang santriwati mengalami sesak napas, mual dan mencret.
"Kami mendapat informasi bahwa 14 orang santriwati Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah diduga mengalami keracunan makanan. Ada satu orang yang meninggal dunia diduga akibat keracunan makanan tersebut," ujar Andrian kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/5/2024).
Para korban langsung dilarikan ke klinik pesantren.
Lantaran kondisinya mengkhawatirkan, hari Selasa, para korban dibawa ke Rumah Sakit Athya Medika Ujung Tanjung, Rohil.
"Hingga saat ini, para korban yang terindikasi keracunan makanan masih dalam penanganan dokter rumah sakit. Diagnosa dokter, penyebab utama dugaan keracunan makanan," kata Andrian.
Terkait kejadian ini, Polres Rohil telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah.
"Kami membawa barang bukti berupa sarung alas tempat tidur yang ada noda muntah, bantal tidur, serta sampah makanan, sebagai langkah awal penyelidikan," kata Andrian.
Kasus Lainnya - Puluhan Warga di Sleman Keracunan Usai Menyantap Hidangan Hajatan Pernikahan, Korban Mual dan Diare
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menjelaskan kronologi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan warga di wilayah tersebut.
Diberitakan puluhan warga dilaporkan diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dan minuman di sebuah acara resepsi pernikahan.
Acara hajatan tersebut diselenggarakan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Yogyakarta, Purwomartani, Kalasan pada Minggu (5/5/2024) lalu.
Kronologi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan warga di Sleman
Beberapa tamu undangan yang mengalami gejala bahkan ada yang dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menuturkan kronologi dugaan keracunan makanan itu bermula pada Minggu (5/5/2024) ketika dilaksanakan pesta pernikahan di gedung BPPKS regional III Yogyakarta.
Tamu undangan, berjumlah 949 orang.
Pada siang hari, para tamu yang datang mendapatkan sajian makanan - minuman dari catering yang beralamat di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan.
Sajian yang disuguhkan di antaranya nasi putih, ayam panggang, zuppa soup, capcay, kreni, siomay, soft drink hingga ice cream.
Para tamu undangan menyantap sajian pada pukul 11.00 WIB siang.
Awalnya semua baik-baik saja. Namun selang sehari berikutnya, yakni pada Senin (6/5/2024) pagi, gejala keracunan mulai dirasakan.
"Pihak keluarga (yang mempunyai hajatan) mengalami gejala seperti mulas, demam dan diare. Kemudian berobat ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," kata Cahya, dikonfirmasi Rabu (8/5/2024).
Pada siang harinya, ternyata muncul banyak laporan dari tamu undangan mengenai keluhan sakit hampir serupa kepada penyelenggara acara. Keluhan yang diduga gejala keracunan tersebut, oleh pihak keluarga kemudian didata.
Berdasarkan cerita yang diperoleh tim dari Dinas Kesehatan Sleman, banyak tamu undangan yang mengalami gejala sejak Senin (6/5/2024) pagi.
Bahkan ada yang rawat inap di fasilitas kesehatan. Gejala yang dialami hampir sama, yaitu mual, muntah, diare, pusing dan sakit perut.
Adapun petugas Puskesmas Kalasan mendapatkan laporan gejala keracunan makanan tersebut pada Selasa (7/5/2024).
Setelah menerima laporan, petugas surveilans dan sanitasi langsung melakukan penyelidikan epidemiologi keracunan makanan.
Petugas juga mengambil sampel makanan yang diduga penyebab keracunan makanan.
Makanan yang masih sisa di rumah pihak penyelenggara juga diamankan. Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke Farmakmin, Dinas Kesehatan.
Dalam kasus ini, berdasarkan data yang diterima Tribun Jogja dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, terdapat 76 tamu undangan mengalami gejala keracunan. Sedangkan dari pihak keluarga penyelenggara acara ada 4 orang.
"Keadaan penderita saat ini semuanya rawat jalan," kata Cahya.
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Santriwati di Rokan Hilir Riau Meninggal Usai Santap Siomay, 14 Dibawa ke RS, Ada yang Sesak Napas.
| Jadwal Buka Puasa Kota Gorontalo Hari Ini Sabtu, 14 Maret 2026 Beserta Doa Berbuka Puasa |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sosok Fanni dan Yessi Dua Korban Meninggal Kecelakan di Minsel, Tetangga: Ramah dan Suka Menyapa |
|
|---|
| Suasana Rumah Duka PNS Kakak Beradik Meninggal Kecelakaan, Keluarga Siapkan 2 Keranda |
|
|---|
| Nama-nama Camat di Kota Gorontalo yang Dilantik Adhan Dambea |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.