Kamis, 5 Maret 2026

Berita Viral

Pesawat Ditumpangi Jemaah Haji Indonesia Terbakar di Udara, Begini Kondisi Penumpang

Pesawat itu diduga baru saja take-off (lepas landas) dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulsel, pada 15 Mei 2024.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pesawat Ditumpangi Jemaah Haji Indonesia Terbakar di Udara, Begini Kondisi Penumpang
ISTIMEWA
Foto penampakan api pesawat terbakar tumpangan jemaah haji asal Kabupaten Gowa Sulsel Rabu (15/5/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi jemaah haji terbakar di udara.

Pesawat itu diduga baru saja take-off (lepas landas) dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Rabu (15/5/2024).

Diketahui kendaraan yang terbakar adalah Garuda Indonesia dengan kode GIA 1105.

Peristiwa terbakarnya pesawat Garuda itu pertama kali diunggah oleh satu akun media sosial Facebook.

Beberapa gambar pun sudah tersebar luas. 

Dari salah satu video yang dilihat Kompas.com, nampak pesawat Garuda itu mendarat darurat dengan kondisi mesin yang sudah rusak. 

Selain video, beredar juga foto yang memperlihatkan kondisi pesawat besar itu mengeluarkan asap tebal hingga api di atas udara. 

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Taufan Yudhistira belum berkomentar banyak terkait peristiwa tersebut. 

"Sebentar dulu, saya cari informasi dulu, ditunggu informasi lanjutnya, " kata Taufan, saat dikutip dari Kompas.com, Rabu petang. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto juga masih belum mendapatkan informasi terkait peristiwa terbakarnya pesawat pengangkut jemaah haji tersebut. 

"Saya cek dulu, belum monitor," singkatnya. 

Dari informasi yang dihimpun seluruh jemaah haji yang ada di dalam pesawat Garuda Indonesia dalam kondisi baik, dan kembali ke Asrama Haji Sudiang Makassar. 

Sementara itu pihak Garuda dalam rilisnya menyatakan, pilot melakukan prosedur Return to Base (RTB) sebagai langkah cepat guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan tersebut.

Keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala mesin pesawat yang memerlukan pemeriksaaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu mesin.

Atas kondisi itu, mesin pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi. 

Adapun pesawat itu mengangkut 450 jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jemaah Kembali

Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Makassar Handayani saat menjelaskan situasi ketika pesawat rombongan haji mengalami masalah di udara, di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Rabu (15/5/2024).
Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Makassar Handayani saat menjelaskan situasi ketika pesawat rombongan haji mengalami masalah di udara, di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Rabu (15/5/2024). (Tribun Timur/Renaldi Cahyadi)

Sebanyak 450 jemaah haji kembali sekitar pukul 17:55 Wita di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.

Di mana jemaah tersebut terbagi dari 441 jemaah haji dan sembilan petugas.

Mereka menggunakan enam bus milik DAMRI untuk mengangkut jemaah haji.

Terlihat raut wajah para jemaah setibanya kembali dari Bandara memasang muka tak panik.

Tak sebagian juga jemaah terlihat tersenyum saat turun dari bus.

"Tuhan masih sayang sama kita," ujar salah satu jemaah haji asal Kabupaten Gowa saat memasuki ruangan.

Tak hanya satu jemaah, salah seorang jemaah perempuan juga sempat mengucapkan rasa syukur masih selamat.

"Alhamdulillah berkat doa-doa kita semua," kata jemaah perempuan tersebut.

14 Pesawat Beroperasi

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut 109.072 jemaah haji pada musim haji 2024.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, para calon jemaah haji ini terbagi ke dalam 292 kelompok terbang (kloter) dan diberangkatkan dari 9 embarkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Adapun keberangkatan dilakukan bertahap mulai 12 Mei-10 Juni 2024 dengan keberangkatan menuju Madinah pada 12-23 Mei dan keberangkatan menuju Jeddah pada 24 Mei-10 Juni.

Sementara, jadwal pemulangan jemaah akan dilakukan pada 22 Juni-21 Juli 2024.

Pada hari pertama (12/5/2024), fase 1 keberangkatan Haji 2024 akan diberangkatkan dari 7 embarkasi, yaitu Jakarta, Solo, Medan, Banjarmasin, Lombok, Makassar, dan Padang. Kloter asal Jakarta akan menandai penerbangan perdana operasional haji Garuda Indonesia di tahun ini.

Untuk mengoptimalkan seluruh rangkaian pelaksanaan penerbangan haji tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar termasuk armada B777-300ER dan A330 yang dimiliki oleh Garuda Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2024).

"Untuk memastikan pelaksanaan penerbangan haji yang optimal, maskapai pelat merah ini memaksimalkan kesiapan operasional mulai dari aspek layanan, operasional, hingga tata kelola keamanan. (*)

 

Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan Tribun-Timur.com.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved