Sabtu, 7 Maret 2026

Wisata Gorontalo

Pasar Ambuwa Gorontalo, Jual-Beli Kuliner Tradisional Berkonsep Unik, Kreatif, dan Ramah Lingkungan

Pasar Ambuwa adalah pasar kuliner khas Gorontalo, digelar dua kali setiap bulan, di Desa Huntu Selatan, Bone Bolango, Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Rafiqatul Hinelo
zoom-inlihat foto Pasar Ambuwa Gorontalo, Jual-Beli Kuliner Tradisional Berkonsep Unik, Kreatif, dan Ramah Lingkungan
TribunGorontalo.com/Nur'ain
Suasana Pasar Ambuwa Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Huntu Art Distrik, komunitas Desa Huntu Selatan, kembali menggelar kegiatan Pasar Ambuwa.

Pasar Ambuwa adalah pasar kuliner khas Gorontalo, digelar dua kali setiap bulan, di Desa Huntu Selatan, Bone Bolango, Gorontalo.

Pasar ini bukan seperti pasar kuliner pada umumnya. Sebab, Huntu Art Distrik mengemas pelaksanaan pasar ambuwa dengan berbagai kegiatan menarik, tidak hanya berfokus pada transaksi jual beli makanan.

Kegiatan menarik yang dimaksud seperti, pertunjukan musik tradisional Gorontalo, serta konsep transaksi jual-beli yang unik.

Para pengunjung yang datang untuk membeli makanan, terlebih dahulu, perlu menukarkan uangnya dengan alat tukar yang digunakan dalam konsep pasar ambuwa ini.

Alat tukar yang dipilih adalah kepingan tempurung, per keping dihargai Rp 6000. 

Transaksi di Pasar Ambuwa Gorontalo, menggunakan kepingan tempurung.
Transaksi di Pasar Ambuwa Gorontalo, menggunakan kepingan tempurung. (TribunGorontalo.com/Nur'ain)

Awaludin selaku penyelenggara kegiatan pasar ambuwa menjelaskan bahwa transaksi dengan menggunakan keping tempurung merupakan ciri khas dari komunitas Huntu Art Distrik.

Mereka memilih konsep transaksi tersebut, agar memudahkan para penjual untuk menghidangkan makanan dengan kondisi higienis. 

"Nanti selesai penjualan mereka dapat menukar kepingan tersebut ke kasir untuk mendapatkan uang tunai" ujar Awaludin kepada TribunGorontalo. com, Sabtu (11/5/2024). 

Selain itu, hal menarik dari kegiatan pasar ambuwa ini ialah melarang para pengunjung untuk membawa plastik dari luar. Bahkan, pengunjung diimbau untuk membawa wadah makanan dan minuman sendiri. 

Peduli isu lingkungan, juga merupakan salah satu tujuan dari komunitas Huntu Art Distrik dalam pelaksanaan kegiatan pasar ambuwa ini.

Para pelaksana berharap kedepannya banyak orang yang terinspirasi, dan akan banyak penyelenggaraan serupa di tempat-tempat lain. 

"Ibu-ibu yang jualan disini juga kami berikan pelatihan dengan melibatkan mereka dalam program studi pangan warga, yang menjelaskan bahwa dengan tanpa plastik kita bisa ramah akan lingkungan" ujarnya. 

Ilmu yang diperoleh dari kelas edukasi pangan warga ini, diharapkan dapat menciptakan paham ramah iklim di lingkungan masyarakat. 

"Karena semakin jauh bahan yang dipakai, jejak karbonnya tinggi yang misalnya dibawa dengan pesawat pasti akan menimbulkan emisi dan nantinya polusi akan tercipta dengan itu" tambahnya. 

Adapun tujuan umum diadakannya kegiatan ini, kata Awaludin, ialah untuk menghidupkan ekonomi warga sekitar dengan cara yang kreatif dan unik, serta ramah lingkungan. 

Mengingat, semboyan atau semacam prinsip yang dipegang komunitas Huntu Art Distrik, "sejak masuk pasar kita adalah rakyat". 

Awaludin juga menjelaskan, ide hebat tersebut terinspirasi dari pasar Papringan Temanggung yang kental akan nuansa tradisional Jawa, dan ia menerapkannya di Gorontalo dengan nuansa yang sama.  (Magang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved