Banjir Bandang di Sulsel
Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Luwu Sulsel Memakan Korban Jiwa: Total 14 Orang Meninggal Dunia
Banjir bandang dan tanah longsor di Sulawesi Selatan Luwu memakan korban dengan total 14 orang meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-tampak-udara-bencana-banjir-di-sejumlah-kecamatan-di-Kabupaten-Luwu.jpg)
Aminuddin mengungkapkan, telah ditemukan 4 korban jiwa di Desa Poringan, Kecamatan Suli untuk bencana banjir bandang.
"Ditambah 2 oramg ditemukan dalam keadaan meninggal dunia juga di Desa Kaili, Kecamatan Suli Barat," jelas Aminuddin.
Akibatnya, jumlah total korban jiwa dari bencana tanah longsor di Kecamatan Latimojong dan banjir bandang di Kecamatan Suli Barat mencapai 14 orang.
Dia juga menyatakan bahwa selain korban jiwa, bencana yang melanda Luwu juga menyebabkan kerusakan pada beberapa akses jalan.
Berikut data kerusakan akses jalan akibat bencana yang terjadi di Luwu yang TribunGorontalo.com kutip dari TribunTimur.com :
- Jalan Desa Tampumia Radda, Kecamatan Belopa 20 meter.
- Jalan Salla, Kecamatan Belopa 40 meter.
- Badan jalan Desa Saronda, Kecamatan Bajo barat 30 meter.
- Desa Ulu Salu, Desa Tolajuk, Desa Buntu Tabang, Kecamatan Latimojong badan jalan tertimbun. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Update Korban Banjir Bandang dan Longsor Luwu Sulsel Hari Ini 4 Mei, 14 Orang Meninggal Dunia, https://makassar.tribunnews.com/2024/05/04/update-korban-banjir-bandang-dan-longsor-luwu-sulsel-hari-ini-4-mei-14-orang-meninggal-dunia
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim