Ringroad Gorontalo
Jalan Ringroad Gorontalo Tak Kunjung Selesai, Mahasiswa Minta Penerangan Jalan
Jalan Ringroad atau Gorontalo Outter Ring Road (GORR) sudah digunakan masyarakat kendati belum tuntas pembangunanya
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-Ringroad-Gorontalo-pada-Kamis-252024-pagi-444.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Jalan Ringroad atau Gorontalo Outter Ring Road (GORR) sudah digunakan masyarakat kendati belum tuntas pembangunanya
Penggunaan jalan itu pun bertahun-tahun dijadikan sebagai penyingkat waktu dari kota ke kabupaten maupun sebaliknya.
Akan tetapi, walau sudah digunakan fasilitas di GORR tersebut belum mumpuni.
Mulai dari minimnya penerangan, hingga sudah banyak jalan yang tergerus dan terkikis mengakibatkan getaran bagi pengendara yang lewat.
Rizki Ismail (21) mahasiswi komunikasi di Gorontalo mengatakan jalan tersebut membahayakan pengendara yang lewat. Penyebabnya tidak ada penerang jalan dan jalan mulai rusak
Apalagi banyak pengendara yang mengendarai dengan kecepatan tinggi
"Kan belum ada lampunya itu, beberapa kali lewat dan memang ku perhatikan," kata Rizki kepada TribunGorontalo.com, Kamis (2/5/2024).
Bukan hanya mengenai fasilitas, ia pun berharap agar segera dilakukan perbaikan jalan, terutama yang di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
"Jalannya juga sih diperbaikin, kan belum resmi harusnya diperhatikan," ujarnya.
Juliana Simanjuntak Mahasiswi Pendidikan Ekonomi, berharap\ jalan tersebut segera diselesaikan pengerjaannya.
Untuk mempercepat perjalanan dari Kota Gorontalo menuju Bandara Djalaluddin.
Ia yang sudah empat tahun di Gorontalo mengaku sering melewati jalan tersebut.
Sayang jalan tersebut belum tersambung karena masih ada pengerjaan di wilayah Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo
"Sudah lama aku di sini (Gorontalo) tidak selesai-selesai jalannya. Aku udah mau selesai kuliah mau kulihat dulu itu," ungkap Juli.
Anggaran Pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo Segmen 3 Rp 740 Miliar, Terkendala Pembebasan Lahan
Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR) segmen tiga diproyeksikan akan menelan anggaran Rp 740 Miliar
"Kalau dilihat dari konstruksi yang ada, kegiatan segmen tiga ini akan membutuhkan dana sebesar Rp 730-740 miliar," ungkap Kepala Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Ringgo Radetyo, Rabu (24/4/2024).
Jalan Gorontalo yang membentang dari Bandara Djalaluddin ke Pelabuhan Gorontalo itu diketahui tebagi dalam tiga segmen kegiatan.
Segmen satu dan dua dihitung dari Bandara Djalaluddin hingga ke Jalan Huduio, Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Gorontalo.
Untuk kegiatan segmen tiga, dilanjutkan hingga ke Pelabuhan Gorontalo Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
"Berdasarkan desain, jaraknya kurang lebih sekitar 15-16 kilometer," imbuhnya.
Lebih lanjut Ringgo menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan semua persiapan sesuai tugas dan fungsi BPJN.
"Tugas kita yaitu, menyiapkan kelengkapan dan kriterianya berupa desain hingga perizinan," terangnnya.
Seluruh kelengkapan itu kata Ringgo telah selesai, termasuk didalamnya desain dan konstruksi.
Pihaknya saat ini masih menunggu hasil terkait pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Terhitung dua tahun, kami masih menunggu hasil dari pemerintah daerah mengenai pembebasan lahan,"tutupnya.
Jalan Ringroad Gorontalo Segmen 1 Rampung
Jalan Ringroad Gorontalo atau Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Provinsi Gorontalo segmen satu akan rampung pada pertengahan 2024.
Jalan nasional itu diproyeksikan rampung pada pertengahan tahun 2024.
"Jika tidak ada kendala, semoga pertengahan tahun ini bisa selesai," kata Kepala Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Ringgo Radetyo, Rabu (24/4/2024).
Ia pun menjelaskan, proyek yang sempat terhenti itu, kemudian dilanjutkan pada 2021 hingga kini.
Ujung pengerjaan jalan GORR berada di Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat. Proyek tersebut akan diselesaikan sampai di simpang empat Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Jarak kedua titik terpaut sekitar 3 kilometer.
"Selain ke Gorontalo Utara, jalan itu jugaan akan mempercepat akses ke Bandara Djalaluddin Gorontalo," timpalnya.
Ringgo menuturkan, lanjutan proyek tersebut menelan anggaran sekira hampir Rp 300 miliar.
"Tidak hanya jalan, termasuk didalamnya juga untuk pembangunan jembatan dan semi terowongan," rincinya.
Secara umum kata Ringgo, persentase pengerjaan sudah sampai 90 persen.
"Sejauh ini tidak ada masalah, pertengahan tahun sudah selesai," tutupnya.
Diketahui, Jalan Ring Road Gorontalo dibangun untuk menghubungkan Bandara Djalaluddin Gorontalo hingga Pelabuhan Gorontalo sepanjang 46,2 km. Jalan inimelintasi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango.
Dikutip dari djpb.kemenkeu.go.id, Pembangunan fisik GORR ini menggunakan dana APBN sebesar Rp 951,84 miliar, yang dilakukan pembangunan dari tahun 2014 terbagi ke dalam tiga segmen.
Saat ini masih tersisa segmen tiga sepanjang 15,2 kilometer dari Tapa sampai Pelabuhan Gorontalo. Segmen ini awalnya diperkirakan selesai pada 2022 tapi terkendala pembebelasan lahan yang harus dilakukan pemda. (*/Fernandes/ Jian)
| Terowongan Jalan Ring Road GORR Ramai Dikunjungi Warga Gorontalo, Jadi Lokasi Wisata |
|
|---|
| Tak Hiraukan Larangan, Pengendara 'Ngeyel' Lewati Terowongan Gorontalo Outer Ring Road |
|
|---|
| Penjelasan Pemkab Bone Bolang Soal Kendala Pembebasan Lahan Jalan Ringroad Gorontalo |
|
|---|
| Pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo Belum Tuntas, Sudah Ada yang Rusak |
|
|---|
| Kata Pengamat Ekonomi soal Jalan Ringroad Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.