Selasa, 3 Maret 2026

Rektor Lecehkan Pegawai

Polda Gorontalo Periksa 11 Korban yang Dilecehkan Rektor UNU

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret rektor UNU Gorontalo kini telah ditindaklanjuti oleh Polda Gorontalo.

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polda Gorontalo Periksa 11 Korban yang Dilecehkan Rektor UNU
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi - Polda Gorontalo menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan di UNU Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret rektor UNU Gorontalo kini telah ditindaklanjuti oleh Polda Gorontalo.

Berdasarkan keterangannya, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro, menyebut pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

"Iya laporan sudah masuk ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Gorontalo pada Selasa 23 April 2024," ungkap Desmont kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/4/2024).

Laporan itu masuk dengan registrasi Nomor: LP/B/IV/2024/SPKT/POLDA GORONTALO.

Lebih lanjut Demont menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

"Saat ini perkembangannya, kita telah memanggil dan melakukan pemeriksaan kepada 11 orang korban," terangnya.

"Nanti kami infokan lagi perkembangannya ke depan," jelas dia.

Sebelumnya rektor UNU Gorontalo diduga melecehkan 15 orang di lingkungan kampus. Namun hanya 11 korban berani melapor ke pihak kepolisian.

Menurut Pendamping Hukum Korban, Nismawati Male, 8 korban merupakan dosen UNU Gorontalo.

Nismawati menegaskan rektor bergelar profesor itu melecehkan korban secara fisik maupun verbal.

"Fisiknya itu dengan menyentuh beberapa bagian tubuh wanita, dan verbalnya menjurus ke hal-hal yang kotor," ungkap Nismawati kepada wartawan, Rabu (24/4/2024).

Adapun laporan korban telah masuk ke Polda Gorontalo pada Selasa (23/4/2024).

"Kemarin kami sudah membuat laporan di Polda Gorontalo, dan masih satu orang yang dimintai keterangan," ujar Nismawati saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Rabu (24/4/2024) siang tadi.

Untuk keterangan korban lainnya, kata Nismawati, akan berlangsung sore hari ini di Mapolda Gorontalo.

Ia menyebut 10 korban akan segera melaporkan sang rektor berinisial AH ke Polda Gorontalo.

Diketahui AH baru enam bulan dilantik menjadi rektor UNU Gorontalo.

Baca juga: Rektor UNU Gorontalo Diduga Lecehkan 15 Orang, Hanya 11 Korban Berani Lapor Polisi

Keberadaan Rektor Belum Diketahui 

Penamping Hukum Korban, Nismawati Male (tengah) melaporkan rektor UNU Gorontalo atas dugaan pelecehan
Penamping Hukum Korban, Nismawati Male (tengah) melaporkan rektor UNU Gorontalo atas dugaan pelecehan (TribunGorontalo.com)

Keberadaan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo menjadi misteri.

Sudah dua pekan rektor tak terlihat batang hidungnya di kampus UNU Gorontalo tersebut. 

Ketidakhadiran sang rektor memicu keresahan di kalangan civitas akademika UNU Gorontalo.

"Sudah dua minggu ini beliau tidak masuk," ungkap salah satu pegawai UNU Gorontalo kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/4/2024).

Belum ada kabar resmi mengenai alasan ketidakhadirannya. Pegawai pun mengaku tak mengetahuinya.

"Belum tahu, tidak ada juga kabarnya," imbuh pegawai tersebut.

Suasana kampus terasa berbeda dengan tidak adanya sang rektor.

Ruang dan lobi rektorat tampak kosong. Namun, beberapa pegawai masih menjalankan tugasnya di bagian akademik.

Beberapa mahasiswa yang ditemui TribunGorontalo.com pun merasa resah dengan situasi ini.

"Ya, jadi bertanya-tanya ada apa," ujar salah satu mahasiswa.

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan mobil dinas Rektor UNU Gorontalo yang terparkir di area kampus tanpa digunakan selama dua minggu.

TribunGorontalo.com juga mencoba mendatangi kediaman pribadi Rektor di Jalan Taman Surya, Kota Gorontalo.

Namun, rumah tersebut tampak sepi. Pintu pagar dan pintu rumah tertutup rapat.

Seorang warga sekitar mengatakan bahwa sang rektor memang sudah lama tidak terlihat di area rumahnya.

Misteri ketidakhadiran rektor ini semakin menambah spekulasi dan kekhawatiran di kalangan civitas akademika UNU Gorontalo.

Pihak universitas diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi terkait situasi ini demi meredakan keresahan yang terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved