Human Interest Story
Cerita Chasriyati, Penjual Cendol Keliling di Kota Gorontalo
Cerita Chasriyati alias Sri (44) yang bekerja sebagai pedagang cendol keliling di sekitar Taman Molosipat, Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Ke
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Chasriyati-44-penjual-Es-Cendol-di-sekitar-Taman-Molosipat-Kota-Gorontalo-fdff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Chasriyati alias Sri (44) penjual cendol keliling di sekitar Taman Molosipat, Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Sejak masih muda itu ia melakoni banyak usaha berjualan. Tapi beberapa bulan lalu Sri memantapkan hati untuk berjualan cendol keliling.
Sebelumnya ia sempat membuka rumah makan di rumahnya, namun karena letaknya yang tidak strategi jadi ia menutupnya.
"Ada rumah makan kecil-kecilan di rumah, karena jauh dari jalan raya, jadi sepi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (24/4/2024).
Sri berjualan dari pukul 11 siang hingga pukul 5 sore. Sebelumnya di pagi hari, Sri akan menyiapkan bahan-bahan untuk jualan.
Perempuan 44 tahun ini mengaku kalau musuh terbesarnya adalah hujan. Sebab jika hujan biasanya pembelinya menurun drastis bahkan bisa jadi tidak ada pembeli.
Walaupun memang saat cuaca panas pun belum tentu dagangannya laris manis.
Karena itu ia telah menetapkan jam kerjanya tadi untuk mengontrol dirinya yang masih memiliki anak yang harus di urus.
Sri memiliki lima anak. Anak pertamamya sudah menikah dan anak keduanya baru lulus sarjana di UNG.
Sementara tiga anak lainnya masih dalam tahap sekolah yang memerlukan biaya yang begitu tinggi.
Hal itu yang membuatnya harus turut berjualan es cendol walaupun suaminya juga sudah berjualan bakso di taman Molosipat.
Akan tetapi mereka berbagi waktu, di mana suaminya bekerja dari sore hingga malam hari.
"Jadi kita ada waktu Istirahat dan memperhatikan anak-anak yang masih sekolah," tambah Sri.
Dari berjualan Es Cendol pendapatan Sri tidak seberapa. Hanya sekitar seratus ribu per harinya. Pendapatan itu masih kotor sebab belum dihitung dengan modal.
Kendati begitu, Sri sudah mensyukuri hal tersebut karena biaya itu sudau cukup membiayai kebutuhan rumah tangganya sehari-hari.
"Saya berharap supaya bisa buka rumah makan yang lebih besar, tapi harus cari modal dulu kaya gini," tutupnya. (*)
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|