Berita Ekonomi
Toko Cahaya Gorden Gorontalo 'Menang Banyak', Pembeli Membeludak Jelang Lebaran
Toko di Jalan Prof HB Jassin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ismail-Hida-pemilik-Toko-Cahaya-Gorden-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo –Toko Cahaya Gorden meraih keuntungan besar menjelang Lebaran.
Toko di Jalan Prof HB Jassin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo ini sudah ramai sejak pagi hari.
Ismail Hida selaku pemilik toko mengaku penjualan gorden di tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.
"Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu. Mungkin pengaruh dari masyarakat yang ingin berbelanja saat ini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (07/04/2024).
Kata Ismail, gorden bukanlah barang yang dibeli masyarakat sebulan atau setahun sekali.
Namun banyak masyarakat yang mengganti gorden hingga empat tahun sekali.
"Mungkin karena sudah dari empat tahun yang lalu sepi, makanya tahun ini dia membeludak penjualannya," jelasnya.
Ismail menyebut penjualan gorden sangat meningkat sejak pertengahan ramadan.
"Meski minggu pertama itu kebanyakan masyarakat hanya cek harga dan motif dulu, tapi jelang pertengahan masuk minggu kedua hingga sekarang itu banyak sekali pembeli," tuturnya.
Ismail yang merupakan seorang ASN di Gorontalo juga mengira bahwa hal ini akibat dari Tunjangan Hari Raya (THR) yang sudah dicairkan oleh pemerintah.
"Saya tahu betul, karena selain pengusaha gorden saya juga PNS, banyak pegawai yang menunggu THR. Makanya meningkat penjualannya setelah menerima THR," ungkapnya.
Dalam sehari, Cahaya Gorden bisa melayani 100 pengunjung.
Selain itu, persentase pembeli per hari, ungkap Ismail, bisa mencapai 50 pembeli.
"Kalau sehari itu pengunjung sampai 100 lebih, kalau pembeli itu rasionya setengah dari itu," ungkapnya.
Meski omzet per hari tidak menentu, namun Ismail senang karena kerja kerasnya membuahkan hasil.
Adapun harga dari gorden yang dijual berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.
Sehingga pendapatan kotor dari Cahaya Gorden per hari bisa mencapai Rp 1 juta lebih.
Ismail mengaku masyarakat sebenarnya bisa memesan berbagai motif gorden.
"Masyarakat bisa pesan gorden yang bermodel untuk kantor atau rumah, kalau pemesanan itu kita pesan dulu, kemudian diukur dan dijahit. Waktu penyelesaiannya itu tergantung dari ukuran, tapi kisarannya dua hingga 7 harian," jelasnya.
Baca juga: 8200 Tumbilotohe Menyala di Lapangan Sombari Kota Gorontalo, Wisata ke Zaman Dahulu
Saat ini Ismail telah menutup pemesanan gorden di tempatnya.
Hal ini karena dirinya takut tidak dapat menyelesaikan pemesanan gorden tepat waktu.
"Tergantung dari kemampuan penjahit kita, jangan penjahit kewalahan tapi kita tetap ambil," jelasnya.
Saat penutupan pemesanan gorden di tempatnya, Ismail mengaku menerima hingga 20 rumah yang ingin gorden model.
Ismail berharap jumlah penjualan di tokonya bisa terus bertambah.
"Semoga tahun ini toko Cahaya Gorden bisa mempunyai peningkatan lebih lagi dan sekiranya bisa dikenal di Gorontalo," tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.