Tumbilotohe
Pemuda Desa Hulawa Gorontalo Rela Patungan Bikin Tumbilotohe Ala Tradisional Modern
Ratusan lampu botol dan tumbler menghiasi perayaan tumbilotohe (pasang lampu) di Desa Hulawa
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Remaja-wanita-Desa-Hulawa-tengah-memasang-lampu-tumbilotohe.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ratusan lampu botol dan tumbler menghiasi perayaan tumbilotohe (pasang lampu) di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Minggu (7/4/2024).
Nuansa tumbulotohe mulai terlihat ketika memasuki desa ini.
Masyarakat kompak membuat alikusu (hiasan tiang) yang berjejer rapi di setiap pekarangan rumah.
Tak hanya itu, lorong yang dihiasi oleh lampu tumbler juga menjadi daya tarik tersendiri.
Namun titik menarik perhatian pengunjung adalah halaman dijadikan oleh pemuda setempat, sebagai area pusat tumbilotohe.
Ratusan lampu botol berjejer di setiap tiang, yang tingginya bervariasi.
"Ini konsep kami yang gagas tanpa berharap bantuan," ujar pembina pemuda Desa Hulawa, Noldi Salimi kepada TribunGorontalo.com, Minggu (7/4/2024).
Noldi juga menjelaskan tulisan 'Gema Bersatu' bermakna gerakan pemuda Gorontalo bersatu.
"Saat ini kita sudah beranggota sekitar 20 orang," rincinya.
Baca juga: 8200 Tumbilotohe Menyala di Lapangan Sombari Kota Gorontalo, Wisata ke Zaman Dahulu
Di tempat yang sama, Ain Kadir mengatakan ada dua konsep tumbilotohe.
"Konsepnya kita ada dua, jadi ketika masuk pengunjung akan melihat nuansa pasang lampu tradisional di sebelah kiri, dan yang modern di sebelah kanan," terangnya.
Namun, kendala hujan menjadi penyebab lokasi tersebut tidak begitu ramai dikunjungi.
Meski begitu, bagi Ain jumlah pengunjung tidak mengurangi esensi perayaan tumbilotohe di Desa Hulawa.
"Banyak dan tidaknya tidak masalah, yang paling penting adalah apa niat kita merayakan malam pasang lampu," tandas Ain.