Sabtu, 7 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Bawah Laut Pantai Desa Botubarani Gorontalo Akan Diterangi Tumbilotohe Minggu Besok

Bekerjasama dengan Pangakalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Komunitas Wawahea mulai memasang lampu senter berwarna di dalam air.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Bawah Laut Pantai Desa Botubarani Gorontalo Akan Diterangi Tumbilotohe Minggu Besok
Komunitas Wawahea/TribunGorontalo.com
Tradisi Tumbilotohe 2024 di bawah laut Pantai Botubarani Kabupaten Bone Bolango 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Komunitas Wawahea Gorontalo membuat lampu tumbilotohe di bawah laut.

Bekerjasama dengan Pangakalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Komunitas Wawahea mulai memasang lampu senter berwarna di dalam air.

Menurut penjelasan Anggota Komunitas Wawahea Gorontalo, Dian Novian, pelaksanaan Tumbilotohe underwater itu dimulai pada Minggu (7/4/2024) besok malam.

30 lampu senter itu dihiasi baliho bertuliskan Tumbilotohe Underwater 2024.

"Untuk lampunya itu kami gunakan dengan media senter berwarna sebanyak 30 buah," jelas Dian saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com melalui telepon, Sabtu (6/4/2024) malam.

Dian menjelaskan tujuan kegiatan untuk melestarikan tradisi Tumbilotohe Gorontalo atau malam pasang lampu dengan cara yang berbeda.

Bedanya, tradisi Tumbilotohe dinyalakan melalui media botol lampu bekas yang dipasang di bambu ataupun kayu.

"Itu bedanya. Kami melestarikan Tumbilotohe dengan cara lain, yaitu menyalakan lampu di bawah air laut," ungkapnya.

Sementara untuk pemasangan lampunya direncanakan dipasang di kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.

Baca juga: Batok Kelapa dan Pepaya jadi Wadah Tumbilotohe di Pohuwato Gorontalo

Sebelumnya pemasangan lampu yang diinisiasi oleh komunitas tersebut menggunakan light stik. Namun karena mereka terkendala biaya, mereka menggunakan lampu senter.

Meski begitu, keindahan karang laut di kawasan wisata hiu paus Botubarani itu, dipastikan akan terlihat ciamik pada perayaan Tumbilotohe 2024.

Sekadar informasi, tradisi Tumbilotohe di Gorontalo konon telah berlangsung sejak abad 15.

Dahulu, masyarakat menggunakan wamuta (sejenis seludang), tohetutu (damar), dan padamala (wadah dari kima, kerang, atau pepaya) sebagai penerangan.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang dengan penggunaan minyak tanah dan kini lampu listrik.

Tradisi ini bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki makna religius dan sosial. Tumbilotohe mencerminkan rasa syukur atas datangnya bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved