Human Interest Story
Cerita Salsa Ali, Pedagang di Pelabuhan Gorontalo
Salsa Ali (22) seorang pedagang di pelabuhan Gorontalo mencari berkah Ramadan dengan berjualan.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Salsa-dan-anaknya-sedang-menjaga-dagangannya-gggg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Salsa Ali (22) seorang pedagang di pelabuhan Gorontalo mencari berkah Ramadan dengan berjualan.
Sebelum berdagang, Salsa hanyalah seorang ibu rumah tangga yang menjaga anaknya berumur 1 tahunan.
Menjelang Ramadan kemarin, Salsa berpikiran untuk menambah uang bulanannya dengan berjualan.
Kebetulan iparnya Salsa berkontrak lapak di Pelabuhan Gorontalo yang sudah lama tak terisi.
Untuk itulah, ia mulai membuka lapak dengan berjualan minuman segar, kopi, dan mie instant sejak awal puasa kemarin.
"Ini lapaknya ipar, saya hanya meneruskan. Dari pada kosong, sekalian untuk cari uang untuk lebaran," ujar Salsa saat ditemui di lapaknya, Rabu (3/4/2024) malam hari.
Salsa mengakui, menjual makanan dan minuman di lapak tersebut keuntungannya memang hanya sedikit.
Namun ia tetap mensyukurinya, meski pendapatannya tak sesuai dengan harapan. Hanya sekira Rp 200 ribu tiap kali buka lapak.
Diketahui, Salsa membuka lapak di area pelabuhan penyeberangan itu hanya 3 kali dalam sepekan.
"Tergantung jadwal penyeberangan, saya baru buka lapak. Kalau tidak begitu, siapa yang mau beli," tuturnya.
Jika dikalkulasikan dengan waktu Salsa membuka lapak, ia hanya mendapat keuntungan sedikitnya Rp 600 ribu per tiga hari.
Salsa mengakui, jualan yang membuatnya mendapatkan keuntungan berkecukupan itu adalah minuman es buah.
Sebab, minuman itu paling dicari para penumpang untuk berbuka puasa sambil menunggu kapal berangkat.
"Yang paling laku itu es buah, karena ada orang buka puasa. Keuntungan sampai Rp 100 ribu, bahkan lebih," jelasnya.
Bagi Salsa, dalam berjualan itu bukan dinilai dari untung ruginya. Melainkan dilihat dari laku jualan yang dijual.
Karenanya, dia baru sadar akan hal itu. Bahwa dalam berjualan tak boleh asal-asalan. Pedagang perlu menentukan jualannya yang akan dijual kepada pembeli.
"Jangan seperti saya, yang penting buka dulu lapak, tanpa memikirkan apa yang dijual. Maka penghasilan hanya berkecukupan, tidak lebih, tidak kurang," tutup Salsa. (*)
| Warno Rifai Warga Hutabohu Gorontalo Berburu Jerami Padi Sejauh 23 Kilometer |
|
|---|
| Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|