Jumat, 13 Maret 2026

Demsi Ahmad, Pria Gorontalo 20 Tahun Mengabdikan Diri Merawat Lansia

Dedikasinya selama 20 tahun ini menjadi bukti nyata kasih sayang dan kepeduliannya terhadap orang tua yang terlantar.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demsi Ahmad, Pria Gorontalo 20 Tahun Mengabdikan Diri Merawat Lansia
TribunGorontalo.com/Husnul Puhi
Demsi Ahmad seorang honorer di Pemerintahan Provinsi Gorontalo yang mengasuh para lansia selama 20 tahun. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di balik tembok kokoh Griya Jannati, sebuah panti lansia di Kota Gorontalo, terdapat kisah inspiratif dari seorang pria bernama Demsi Ahmad.

Sejak tahun 2005, Demsi telah mengabdikan dirinya untuk merawat para lansia di Gorontalo.

Dedikasinya selama 20 tahun ini menjadi bukti nyata kasih sayang dan kepeduliannya terhadap orang tua yang terlantar.

Demsi, usai lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Gorontalo, ia mengabdikan dirinya sebagai tenaga honorer di pemerintahan Kota Gorontalo.

Pengabdian pertama kalinya itu langsung ditugaskan di Tresna Werdha Ilomata, tempat para lansia ditampung di Kota Gorontalo.

Sejak tahun 2005, Demsi mulai merawat para lansia di Gorontalo. Gajinya saat itu hanya Rp. 800 ribu. Kendati, ia telah menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik (S.AP).

Bagi Demsi, gaji tak menjadi suatu halangan untuk ia mendapatkan rejeki dalam menghidupi kehidupannya sehari-hari.

"Gaji saat itu masih Rp. 800 ribu, karena memang segitu gaji untuk honorer," ungkapnya saat ditemui di Panti Lansia Griya Jannati.

Setelah 17 tahun mengabdikan dirinya untuk merawat para lansia di Tresna Werdha Ilomata, ia dipindah tugaskan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sebab, Panti Tresna Werdha Ilomata telah diubah menjadi Rumah Singgah oleh Pemkot Gorontalo.

Kemudian, untuk panti lansia dibuatkan tempat khusus oleh Pemprov Gorontalo yang diberi nama Griya Jannati pada tahun 2021.

Setelah kepindahannya di panti lansia Griya Jannati, gaji Demsi sudah mulai naik. Karena mengikuti SK Honorer untuk Pemprov Gorontalo.

Di Griya Jannati, Demsi tetap sebagai pengasuh bagi para lansia. Suka dukanya mengurusi para orang tua terlantar di Gorontalo sudah menjadi hal lumrah baginya.

"Kalau kendala sih tidak ada, karena di tiap panti yang saya jaga fasilitasnya terpenuhi," tuturnya.

Ia menganggap para lansia itu merupakan orang tuanya sendiri. Sehingga, ia mengurusnya dengan senang hati tanpa pamrih.

Demsi mengakui, terdapat beberapa lansia juga yang emosinya kadang tidak stabil. Namun, bagi para pengasuh, itu merupakan hal lumrah.

Pihaknya tetap tersenyum dan senang hati mengurus para lansia itu.

"Kalau kekerasan kami tidak pernah ya, karena kami mengasuh di sini ada SOP-nya. Tapi ketegasan kami tetap laksanakan," imbuhnya.

Bahkan, terdapat salah satu lansia di tempat tersebut yang sudah tidak bisa berjalan. Hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.

"Kebetulan ada satu klien kami yang sudah Bedridden (terbaring di tempat tidur). Seluruh kehidupannya kami urus, mulai dari mandi, ganti pakaian, makan hingga ganti popok kami tangani. Jadi seperti orang tua kami sendiri," sambungnya.

Diketahui, pengasuh di Griya Jannati beranggotakan 8 orang. Enam khusus pengasuh, satu petugas kebersihan dan satunya lagi bagian keamanan.

Mulai pukul 08.00 Wita, para pengasuh itu sudah mulai mengurusi lansia Gorontalo sampai dengan 17.00 Wita.

Tiap harinya, di Griya Jannati memiliki program tersendiri. Mulai dari pengajian, olahraga, bimbingan sosial, dan pelatihan keterampilan.

Griya Jannati berlokasi di Jl Jhon Ario Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Tempat itu merupakan bekas penginapan Andalas, dan memiliki jumlah 18 kamar, 1 mushola, ruang tamu, dan dapur umum. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved