Pemprov Gorontalo

Pemprov Gorontalo Subsidi Beras hingga di Harga Rp 2.500

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo Risjon Sunge menjelaskan pasar itu untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
DOC -- beras Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyubsidi harga beras di Gorontalo melalui program pasar murah

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo Risjon Sunge menjelaskan pasar itu untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga keterjangkauan harga di bulan Ramadan.

Kata Risjon, subsidi yang diberikan Pemprov Gorontalo sebesar Rp 2.500. Hal ini menyebabkan harga beras di angka Rp 17-18 ribu, dijual Rp 14.500 per 

“Di sini kita subsidi harga beras," ungkap Risjon di lokasi pasar murah di berlokasi di Pasar Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (21/3/2024).

Penyebab kenaikan harga beras kata Risjon gara-gara stok beras yang dalam kondisi kosong. Karena itu, Gorontalo harus memasok dari wilayah lain. 

Namun ia memastikan kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, Gorontalo kini memasuki musim panen. 

Kekosongan stok beras di Gorontalo juga dibenarkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya

Menurut Pj yang kini telah menjabat selama 11 bulan ini, rata-rata beras yang dijual di Gorontalo berasal dari Sulawesi Selatan. 

Meski begitu, kata dia pemerintah tidak tutup mata. Sebab, pihaknya akan mengawasi pedagang nakal yang berpotensi menimbun beras. 

Sebetulnya tidak hanya beras. Sejumlah komoditas yang mengalami kelangkaan hingga harganya melonjak, ikut dipantau. 

“Kita juga memantau komoditas yang mengalami kenaikan seperti bawang putih yang saat ini stoknya memang terbatas. Cabai cenderung turun, bawang merah stabil, dan minyak goreng walaupun beberapa waktu lalu memang mengalami kenaikan,” ungkap Ismail.

Selain beras, Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya, Politik dan Kebijakan Publik Kemenaker RI ini telah memastikan beberapa komoditas dengan stok terbatas seperti bawang putih yang mengalami kenaikan dari harga Rp40.000-45.000 menjadi Rp60.000 dan telur dari Rp2.500 per butir menjadi Rp3.000.

Selebihnya, masih dengan harga yang stabil seperti cabai merah dan keriting, bawang merah, serta minyak goreng.

Ia pun berharap adanya program dari pemprov ini bisa membantu warga dalam menjagkau harga kebutuhan.

Pasar murah yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan ini telah diawali dari Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Pasar Limboto merupakan lokasi kedua yang kemudian akan dilanjutkan ke kabupaten/kota lainnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved