AC Milan
Investigasi Kepemilikan AC Milan: 7 Fakta yang Perlu Diketahui
Kejaksaan Milan sedang melakukan investigasi untuk menyelidiki proses akuisisi klub oleh RedBird dari Elliott pada 2022.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-03-16_Investigasi-kepemilikan-AC-Milan.jpg)
AC Milan sebagai badan hukum tidak menjadi target investigasi kriminal.
Namun, klub berpotensi terkena sanksi olahraga dari FIGC jika tuduhan terhadap para tersangka terbukti benar.
Sanksi yang mungkin dijatuhkan berupa denda atau pengurangan poin klasemen.
5. Resiko Sanksi Lainnya
Investigasi ini tak hanya berdampak di ranah domestik Italia. Pihak UEFA juga bisa ikut turun tangan jika mereka menilai Milan melanggar regulasi integritas kompetisi.
Sanksi serupa berupa denda atau pengurangan poin bisa dijatuhkan UEFA kepada Milan.
6. Keterlibatan Klub Lain
Investigasi Kejaksaan Milan juga menyinggung keterlibatan Elliott di Lille, klub sepak bola Prancis.
Kepemilikan ganda oleh Elliott di dua klub yang bisa bertemu di kompetisi Eropa bisa melanggar regulasi UEFA. Situasi ini bisa merugikan Milan jika UEFA menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran.
7. Investor Arab
Jaksa menemukan dokumen presentasi Milan yang membahas potensi masuknya investor dari Arab Saudi.
Dokumen tersebut menyebut skema kepemilikan saham sebesar 41.7 persen untuk investor Arab tersebut. Belum jelas apakah pembicaraan tersebut berlanjut atau tidak. (*)