AC Milan
Investigasi Kepemilikan AC Milan: 7 Fakta yang Perlu Diketahui
Kejaksaan Milan sedang melakukan investigasi untuk menyelidiki proses akuisisi klub oleh RedBird dari Elliott pada 2022.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-03-16_Investigasi-kepemilikan-AC-Milan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- AC Milan tengah diselimuti ketidakpastian terkait kepemilikan klub.
Kejaksaan Milan sedang melakukan investigasi untuk menyelidiki proses akuisisi klub oleh RedBird dari Elliott pada 2022.
Investigasi Kejaksaan Milan ini tentunya membuat para fans AC Milan was-was.
Pasalnya, investigasi ini bisa berdampak pada masa depan klub, baik dari segi finansial maupun prestasi olahraga.
Baca juga: AC Milan Khawatir Hadapi Roma di Perempat Final Liga Europa
Berikut ringkasan 7 fakta penting terkait investigasi tersebut:
1. Awal Mula Investigasi
Investigasi ini dipicu oleh pengaduan yang diajukan Blue Skye, pemegang saham minoritas Milan (4.3 persen), pada September 2022.
Blue Skye merasa keberatan dengan proses penjualan Milan dari Elliott ke RedBird. Mereka menuduh proses tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.
Baca juga: Peringkat Klub UEFA Diperbarui, AC Milan Siap Geser Juventus?
2. Dugaan Jaksa
Jaksa menduga kepemilikan Milan saat ini belum sepenuhnya beralih ke RedBird, dan Elliott masih memegang kendali atas klub.
Investigasi mencurigai sumber dana RedBird untuk membeli Milan, serta struktur kepemilikan RedBird yang berbelit-belit. Diduga ada pihak lain yang terlibat di balik RedBird.
3. Tersangka Investigasi
Selain klub AC Milan sebagai badan hukum, 4 individu menjadi tersangka dalam investigasi ini. Mereka adalah Giorgio Furlani dan Ivan Gazidis (CEO Milan), Daniela Itala, dan Jean Marc McLean.
Mereka diduga menghalangi fungsi pengawasan FIGC (federasi sepak bola Italia) dengan memberikan informasi tidak lengkap atau salah terkait kepemilikan klub.
4. Status Milan