Human Interest Story
Cerita Hairul Marasabesi, Sudah 10 Tahun Jualan Celengan di Gorontalo
Cerita Hairul Marasabesi pria asal Ambon, Maluku yang jualan celengan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hairul-Marasabesi-pria-asal-Ambon-gggg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Hairul Marasabesi pria asal Ambon, Maluku yang jualan celengan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Pria berumur 35 tahun ini jual celengan keliling di Kota Gorontalo sejak 014 silam.
Artinya sudah 10 tahun dirinya menjajaki bisnis tersebut.
Celengan yang merupakan hasil kerajinan tangannya. Celengan bentuk bulat dijual Rp 10 ribu sedangkan bentuk persegi Rp 30 ribu
Dia memiliki tiga orang anak, anak pertama dan keduanya saat ini sedang menempuh pendidikan. Sedangkan anak ketiganya masih berumur dua tahun.
Untuk membiayai sekolah kedua anaknya dan memenuhi kebutuhan anak terakhirnya, Hairul mencoba peruntungannya pada celengan yang ia buat dan dijualnya.
Celengan tersebut terbuat dari kardus bekas, lalu ditutupinya menggunakan kertas kado. Adapula celengan yang terbuat dari papan dan menggunakan gembok.
Hairul yang tinggal di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo pun demi menjual celengannya, dia harus rela menempuh jarak berkilo-kilo meter demi dagangannya laku terjual.
Pagi hingga malam, dirinya banting tulang menjual celengannya tapi hanya sedikit pembelinya.
"Kadang sehari cuma satu atau dua pembeli saja, malah pernah tidak ada pembeli," ucap penuh lesunya.
Kata Hairul dirinya pernah berjalan kaki sambil menarik gerobak celengannya hingga ke wilayah Kabupaten Gorontalo. Namun sebelum itu, dia bercerita akan mengitari Kota Gorontalo lebih dulu.
"Saya pernah jualan sampai di Telaga, tapi sebelum itu saya berputar-putar dulu di Kota," ujarnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (15/3/2024) 100 meter setelah Masjid Baiturrahman Kota Gorontalo.
Hairul ini berasal dari Kota Ambon, Maluku. Dia nekat merantau hingga ke Gorontalo untuk mencari keluarganya saat ia masih kecil.
Namun, kata Hairul keluarga yang dicarinya hingga saat ini tidak pernah bertemu dengannya. Hingga ia memiiiki keluarga kecil.
"Istri saya orang Gorontalo asli," ungkapnya. (*)
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|