Masalah Sampah di Gorontalo
Jalan Jambura Kota Gorontalo Kembali Tercemar Sampah, Kebiasaan Buruk Warga Jadi Sorotan
Ironisnya, kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan menjadi biang keladi utama permasalahan ini.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1432024_Tumpukan-sampah-di-Jl-Jambura.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tumpukan sampah kembali menghiasi bahu Jalan Jambura, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Bau tak sedap yang ditimbulkan pun tak pelak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Kamis (14/3/2024), sampah tersebut menumpuk di sebidang tanah milik warga.
Ironisnya, kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan menjadi biang keladi utama permasalahan ini.
Meskipun sebagian sampah telah dibakar oleh pemilik tanah, tumpukan sampah yang tersisa masih cukup banyak dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Baca juga: Gerindra Ungguli Golkar di Pohuwato, PKB Masuk 5 Besar
Agus Jusuf (43), salah seorang warga yang sering melintasi jalan tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembakaran sampah yang dilakukan.
Ia pun menyayangkan kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan.
"Ya alhamdulillah, sudah ada yang mau bakar. Kemarin, bau sekali di sini. Kenapa sih, buang sampahnya tidak pada tempatnya?" keluh Agus.
Jalan Jambura yang terletak di kompleks kolam pemancingan ikan bagian barat Kota Gorontalo memang terbilang sepi.
Akses jalannya pun melalui lorong kecil, sehingga tumpukan sampah ini tidak banyak diketahui warga.
Namun, bagi warga yang sering melintasi jalan tersebut, seperti Jefri (41), tumpukan sampah ini menjadi masalah serius.
Selain mengganggu kenyamanan dengan baunya yang tidak sedap, sampah ini juga dapat menjadi sumber penyakit.
Baca juga: Daftar 30 Caleg Siap-siap Duduk di DPRD Kota Gorontalo
"Sangat terganggu, apalagi kalau pas lagi panas-panasnya. Baunya menyengat sekali. Belum lagi kalau nanti ada penyakit yang muncul karena sampah ini," ungkap Jefri.
Jefri pun berharap agar pemerintah setempat dapat mengambil tindakan tegas untuk mengatasi permasalahan ini.
Selain membersihkan tumpukan sampah, pemasangan papan informasi larangan membuang sampah sembarangan juga dirasa perlu.