Suku Bajo
Mengintip Warisan Kokoh Suku Bajo Lemito Gorontalo, Ada Rumah Panggung yang Bertahan Puluhan Tahun
Suku Bajo di desa ini masih teguh mempertahankan tradisi rumah panggung, dan bukan sembarang rumah panggung.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anak-anak-Bajo-di-teras-rumah-panggung-yang-kokoh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ada keunikan di Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Suku Bajo di desa ini masih teguh mempertahankan tradisi rumah panggung, dan bukan sembarang rumah panggung.
Rumah di desa ini telah berdiri kokoh selama puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan berarti.
Sekitar 360 keluarga suku Bajo di desa ini masih menjadikan rumah panggung sebagai tempat tinggal mereka.
Baca juga: Menu Buka Puasa Mewah di Masjid Darul Arqam Kota Gorontalo, Ada Ayam Balado hingga Daging Rawon
Fenomena ini menjadi sorotan karena rumah-rumah tersebut tetap tegak berdiri dan tidak ambruk.
Hal ini tentu menunjukkan kecermatan konstruksi tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Rahmawaty Kolosai, salah satu warga suku Bajo, menjelaskan bahwa rumah panggung telah menjadi bagian dari tradisi nenek moyang mereka selama ratusan tahun.
"Sebagai pelaut, nenek moyang kami sering berpindah tempat, dan rumah panggung menjadi solusi yang praktis. Keunikan ini kami pertahankan hingga sekarang," ungkapnya.
Rahmawaty menambahkan, daya tahan rumah panggung ini terletak pada bahan bangunan yang digunakan, yaitu papan dan kayu.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Larang Kantin di Dalam RSUD Dr MM Dunda Limboto Pasca Kebakaran
Meskipun terkesan sederhana, konstruksi rumah panggung dirancang dengan teliti menggunakan teknik tradisi turun temurun. Bahkan, konstruksi ini mampu menanggulangi perubahan cuaca dan lingkungan yang sering dihadapi suku Bajo.
"Sampai saat ini kami masih aman-aman saja," imbuhnya.
Keunikan rumah panggung suku Bajo di Desa Lemito bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam mengatasi tantangan hidup mereka. (*)