BPOM Periksa Takjil
BREAKING NEWS: Pastikan Aman Dikonsumsi, 51 Takjil Diperiksa BPOM Gorontalo
Memasuki hari kedua Ramadan 2024, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo memeriksa sejumlah takjil.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BPOM-Gorontalo-memeriksa-takjil-di-kawasan-Universitas-Negeri-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki hari kedua Ramadan 2024, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo memeriksa sejumlah takjil.
Total 51 takjil diperiksa BPOM Gorontalo di kawasan Universitas Negeri Gorontalo dan Kelurahan Bugis Kota Gorontalo.
Mulai dari aneka takjil goreng-gorengan, kue basah dan kering, hingga minuman segar berbahan dasar buah-buahan dan jeli.
Menurut Kepala BPOM Gorontalo, Stevanus Simon Sesa, dari keseluruhan takjil yang diperiksa, tak ada satupun mengandung bahan berbahaya.
"Sampel yang kami ambil sebanyak 51 item dan semuanya aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," ungkap Simon saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (13/3/2024).
Adapun yang menjadi fokus pada pemeriksaan takjil Gorontalo itu adalah makanan dan minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya.
Sasaran BPOM adalah makanan mengandung pengawet dan pewarna.
"Itu yang menjadi sasaran utama kami, karena itu yang sering disalahgunakan," ujar Simon.
Simon menambahkan, pedagang yang menjual makanan dan minuman dengan mengandung bahan berbahaya akan langsung ditindaki BPOM.
"Biasanya akan kami amankan dan kami telusuri sumbernya serta distributornya," sambungnya.
Untuk uji kelayakan, pihak BPOM Gorontalo hanya membutuhkan waktu 20 menit. Seluruh takjil yang diambil sampel itu dicampur dan diuji dengan menggunakan cairan khusus.
Kamis besok, BPOM Gorontalo akan melakukan sidak takjil di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
"Selama bulan ramadan 2024, kita akan melaksanakan di seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Gorontalo, pemeriksaannya bertahap," tandasnya. (*)