Berita Islami
Sejarah Singkat Berdirinya Jemaah Laduna Ilma Gorontalo
Tujuan berdirinya yayasan tersebut adalah menjaga dan mempertahankan nilai-nilai religiusitas, sosial dan kemasyarakatan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Laduna Ilma merupakan yayasan yang didirikan oleh Imam Awal pada tahun 1990.
Tujuan berdirinya yayasan tersebut adalah menjaga dan mempertahankan nilai-nilai religiusitas, sosial dan kemasyarakatan.
Menurut pengakuan Rustam Adams (51) selaku pembina Yayasan, Imam Awal bernama asli Syamsudin Bin Syahrian Syahri.
"Dia dari jogja kemudian ke Manado," ujarnya.
Memasuki usia remaja, Imam Awal kemudian berkelana ke berbagai pelosok negeri.
Hingga akhirnya ia menepi ke Gorontalo dan bertemu sosok guru.
"Namanya Imam Pace Nurjanah. Imam Awal diperintahkan untuk bermeditasi di pegunungan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo," ulas Rustam.
Setelah prosesi itu ia lakukan, Imam Awal kemudian menikah dengan perempuan islam di Gorontalo.
Baca juga: Tradisi Jalan Pagi Ramadan Warnai Desa Wonggarasi Gorontalo
Dari hasil khalwatnya (mediasi) itu, Imam Awal kemudian mulai menjadi rujukan dan dijadikan sosok gugur oleh beberapa pengikutnya.
"Jamaah sudah ada sejak tahun 1980-an, sementara yayasan nanti di 1992," rincinya.
Makam dari Imam Awal saat ini berdiri kokoh di atas bukit kecil di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Bentuk makam dan desainnya hampir menyerupai makam-makam para aula di Gorontalo.
Tak sendiri, dalam satu kawasan di sisi kiri dan kanan makam Imam Awal, juga terdapat dua malam yang diketahui merupakan muridnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.