Banjir Gorontalo
Banjir Sudah Surut, Warga Heledulaa Selatan Kota Gorontalo Kembali ke Rumah Masing-masing
Bencana banjir yang menimpa Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Timur, Kota Gorontalo sudah mulai surut.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warga-Kelurahan-Heledulaa-Selatan-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bencana banjir yang menimpa Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Timur, Kota Gorontalo sudah mulai surut.
Pantauan TribunGorontalo.com, warga sudah mulai kembali ke rumah mereka masing-masing, Minggu(10/3/2024).
Dalam rumah warga sudah tidak terlihat genangan air. Namun tak sedikit teras rumah warga yang masih digenangi oleh air dari sungai yang meluap.
Pasir yang dibawa oleh genangan air ke dalam rumah sudah mulai dibersihkan warga.
Mereka sibuk menyapu halaman rumah, mengeluarkan air dari teras.
Jalan Cendrawasih dan Taman Bunga masih digenangi air. Tapi kendaraan sudah bisa melintas.
Warga Heledulaa Selatan, Nento, mengungkapkan rasa syukur karena bisa melalui bencana banjir.
"Karena kemarin itu sampai dalam rumah, sekarang sudah kering karena tadi dikasih bersih," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (10/3/2024).
Baca juga: Jadwal Penceramah dan Imam Tarawih Masjid Sabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo di Ramadan 2024
Sebelumnya sebanyak 20 rumah warga Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo terendam banjir.
Kejadian banjir itu dipicu oleh hujan deras pada Kamis 7 Maret 2024. Akibatnya banjir tak kunjung surut pada pukul 19.00 WITA, Jumat (8/3/2024).
Jalan Cendrawasih, Jalan Rajawali dan Jalan Taman Bunga terdampak banjir sedalam 1 meter atau setinggi paha orang dewasa.
Pantauan TribunGorontalo.com, banjir berasal dari luapan air dari drainase di Jalan Cendrawasih.
Drainase tidak mampu menahan debit air dari sungai.
Akibatnya air naik ke permukaan jalan hingga masuk ke pekarangan rumah warga sekitar pukul 07.00 Wita.
Bahkan sekitar pukul 09.00 Wita, permukaan air semakin meninggi. Meluas sampai ke wilayah Heledulaa Selatan.
Ada yang menggenangi seluruh bagian rumah. Beberapa di antaranya hanya dimasuki banjir sampai di teras rumah. Sejumlah warga penghuni rumah pun terpaksa mengungsi ke rumah tetangga mereka.
Yusran Puolo, warga Heledulaa Selatan, mengatakan awalnya air hanya menggenangi jalan saja. Beberapa jam kemudian air memasuki halaman rumah.
"Ada sekitar 20 rumah bahkan lebih, soalnya sampai dibelakang-belakang sana, apalagi disini lumayan padat penduduk kan," tuturnya.
Yusran menduga air berasal dari Sungai Bone di Suwawa dan Tapa Kabupaten Bone Bolango.
"Dari sungai, di sana itu jebol. Jadi airnya sampai di sini. Ya akhirnya beginilah. Ini di depan rumah saya juga terendam banjir," ucapnya.
"Ini tidak seberapa, di belakang sana ada yang sampai masuk ke dalam rumah, semua lantainya basah," tambahnya.
Yusran berharap air segera surut dan pemerintah bisa melihat ada masyarakat yang sedang kesusahan.
"Semoga wali kota bisa lihat karena dari tahun ke tahun begini terus. Setiap hujan deras, air juga naik," tandasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.