Budaya Gorontalo
Apa Itu Doa Arwah? Tradisi Masyarakat Gorontalo saat Anggota Keluarga Meninggal Dunia
Doa Arwah atau Mo'ngaruwah dalam Bahasa Gorontalo adalah tradisi untuk mendoakan keluarga yang meninggal dunia.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemuka-Agama-Desa-Mohungo-memimpin-tradisi-doa-arwah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Doa Arwah atau Mo'ngaruwah dalam Bahasa Gorontalo adalah tradisi untuk mendoakan keluarga yang meninggal dunia.
Doa arwah dilaksanakan pada hari tertentu yakni hari ke 3, 5, 7,10, 20, 40, hingga 100 hari selepas orang meninggal dikebumikan.
Hal ini dibenarkan oleh Ustadz Ali Kudu, Pemuka Agama di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
"Mo'ngaruwah merupakan tradisi khas Gorontalo untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal dunia," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com di Desa Mohungo, Kamis (7/3/2024).
Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk untuk mengingatkan kepada para manusia bahwa hidup hanya sekali.
"Bacaan yang di ungkapkan selama doa arwah, selain mendoakan yang sudah berpulang di dalamnya juga mengandung doa untuk keselamatan seluruh manusia dan untuk selalu mengingat hidup hanya sekali," lanjutnya.
Tradisi Mo'ngaruwa ini telah menjadi sesuatu hal yang dijaga dengan erat di kehidupan masyarakat.
Sebab pada doa arwah ini tersimpan makna yang cukup erat kaitannya dengan simbol ataupun suasana duka cita itu sendiri.
Oleh karena itu, melalui tradisi Doa Arwah, diharapkan dapat senantiasa untuk terus mengirimkan doa bagi keluarga yang telah meninggal dunia.
Apa saja yang perlu disediakan untuk memenuhi kebutuhan Doa Arwah?
- Bara Api
- Kemenyan atau Alama dalam Bahasa Gorontalo.
- Baje atau nasi kulut yang dicampur dengan gula merah.
- Pisang saru
- Kepala Ikan Cakalang Besar
- Nasi Kuning
- Tili Aya atau campuran gula merah dan santan.
Nasi Putih - Lauk dan Sayur
- Sop atau kuah Bugis
Tatacara dalam Doa Arwah
- Menyediakan kain putih untuk alas makanan.
- Menyediakan piring yang sudah berisi nasi.
- Menyediakan makanan di Talenan Bundar.
- Seorang Imam atau Ustadz akan membacakan doa arwah menurut Agama Islam.
- Nantinya Imam akan membakar kemenyan di bara.
- Asap dari kemenyan tersebut harus kena ke makanan.
- Para Jemaah Doa harus mengikuti doa yang di pimpin oleh Imam.
- Setelah doa nantinya para anggota keluarga ataupun para undangan akan makan hidangan yang disediakan.