Malaria Gorontalo
Waspada! Tambang Mootilango jadi Pusat Penyebaran Penyakit Malaria di Gorontalo
Hal itu diungkapkan Pengelola Surveilans Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Ismarani Abdul, Senin (4/3/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pertambangan tanpa izin (Peti) Dusun Pasir Putih, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo Gorontalo, menjadi lokasi penyebaran penyakit menular Malaria.
Hal itu diungkapkan Pengelola Surveilans Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismarani Abdul, Senin (4/3/2024).
Ismarani merupakan surveilans yang fokus menangani dan mengelola data penyebaran penyakit menular Malaria, di Kabupaten Gorontalo.
Saat ini di Kabupaten Gorontalo, tercatat sampai pada Februari 2024, pihaknya telah menangani sediktinya 24 pasien kasus Malaria.
Baca juga: Update Harga Beras Gorontalo di Pasar Senin Moodu per 04 Maret 2024, Rata-rata Rp 15 Ribu per
"22 orang sudah sembuh, sementara dua lainnya masih dalam pengobatan," rincinya.
Ia menyebut, vektor Malaria adalah nyamuk dengan jenis anopheles. Umumnya dapat ditemui di kubangan dan lokasi genangan air yang tenang.
Tercatat di tahun 2023, Kabupaten Gorontalo hanya ada satu sampai dua kasus pasien Malaria.
"Itupun kasus impor, mereka TNI/Polri yang tugas diluar, kemudian sudah terinfeksi," ujarnya.
Karena kasusnya impor, maka penanganan masih mudah, yakni dengan melakukan tracking.
Namun di tahun 2024, kasus Malaria di Kabupaten Gorontalo meningkat drastis.
Ismarani menyebut, pasca kerusuhan di Pohuwato, terjadi kejadian luar biasa (KLB) yang mengakibatkan naiknya kasus Malaria hampir seribu kasus.
Padahal kata Ismarani, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo di tahun 2023, telah menerima penghargaan dari Mandalika karena mampu mengendalikan penyakit Malaria.
"Karena KLB kasus mereka meningkat," timpalnya.
Termasuk Kabupaten Gorontalo, adanya mobilisasi penambang dari Pohuwato ke Peti Mootilango, akhirnya terjadi Malaria antar sesama penambang.
"Bahkan kami mendapat kasus, ada penambang asal Ternate yang juga turut membawa Malaria, dari Pohuwato ke Mootilango," ungkapnya.
Sebenarnya vektor anopheles dapat dilakukan eliminasi, namun kata Ismarani, karena sudah terjadi transmisi lokal penyebaran, maka pengendaliannya akan lebih sulit.
Saat ini Peti Mootilango, menjadi sarang dari anopheles yang besar kemungkinan bisa menjadi vektor Malaria.
"Karena di sana banyak bekas-bekas tambang yang tergenang, dan itu menjadi tempat berkembangnya anopheles,"ujarnya.
Kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, dalam upaya memutus transmisi dan penyebaran penyakit Malaria skala lokal.
"Karena efek Malaria sangat berbahaya, bahkan ada pasien asal Gorontalo Utara sampai meninggal dunia," ungkap Ismarani.
Pasalnya yang bersangkutan tak merasa terinfeksi, namun karena sudah lama tak mendapat penanganan, akhirnya meninggal dunia.
"Jadi kalau bisa, mungkin untuk keluar masuk area tambang itu nanti kita koordinasi dengan pihak aparat, kita juga akan melakukan pengecekan apakah sudah terinfeksi atau belum," tutupnya (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pertambangan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.